Tentang apakah mereka saling bertanya? Saya saling bertanya dengan isteri,
anak, menantu, cucu, saudara kandung dan sahabat tentang banyak hal tentang
kehidupan ini. Kami saling bertanya tentang ilmu murni, ilmu sosial, bahasa,
ilmu pasti dan alam, olah raga dan rekreasi, kesenian, sejarah, biografi, agama,
masalah umum, filsafat, olah raga, kesehatan dan ilmu praktis.
Kemarin saya
dan anak saya nomer 5 saling bertanya tentang penjambret, jin dan ekonomi. Sudah
2 kali kasus penjambretan kalung yang sedang dipakai seseorang wanita oleh
pengendara sepeda montor. Korban pertama wanita sedang berjalan di jalan
kampung. Wanita itu mengalami kerugian seuntai kalung dan sakit lehernya dan
hatinya. Korban kedua seorang wanita sedang mengendarai sepeda montor.
Kalungnya ditarik begitu saja oleh pengendara sepeda montor yang menyalipnya.
Karuan saja wanita itu jatuh, karena sepeda montornya oleng. Wanita itu
mengalami kergian seuntai kalung, sepeda montor rusak, leher dan bagian
tubuhnya sakit. Hatinya lebih parah lagi, tidak hanya sakit, tetapi juga
jengkel, marah, sedih. Kita tidak habis fikir, kenapa penjambret itu tidak
mempunyai rasa kasihan sama sekali. Sekarang ini untuk mendapatkan uang atau
harta yang sedikit seseorang tega membunuh. Apakah mereka tidak yakin adanya
pembalasan terhadap dosa? Ataukah mereka tidak peduli terhadap neraka? Padahal
derta dineraka itu amat hebat. Derita tidak cukup ekonomi saja sudah tidak
mampu memikulnya, apalagi derita di neraka. Apa mereka tidak berfikir? Apakah
mereka lebih mementingkan perasaan dari pada fikiran? Apakah artinya kesenangan
dan kenikmatan sesaat dibandingkan dengan hukumannya sepanjang masa?
Bagaimanakah caranya menghapus penjambretan dan kejahatan yang lainnya itu?
Bagaimanakah cara kita menghadapi kejahatan?
Pemecahan
masalah ini sulit kita lakukan, padahal ini masaalah nyata. Apalagi masalah
yang maya, seperti masalah yang ditimbulkan oleh jin. Ini lebih sulit lagi,
karena berhubungan dengan hal yang tidak nyata. Apalagi memikirkan masalah
besar: hari kiamat, hari kebangkitan, surga dan neraka.
Apakah para
pelanggar larangan Allah tidak percaya, bahwa bumi diciptakan oleh Allah
sebagai tempat melakukan kegiatan kehidupan? Allah pula yang menciptakan
gunung, manusia, rasa kantuk, malam, siang, langit, matahari, hujan,
biji-bijian, tumbuh-tumbuhan, kebun-kebun yang lebat. Sesungguhnya Allah telah
menetapkan adanya hari kiamat, hari kebangkitan, hari pengadilan dan pembalasan
amal manusia ketika hidup di dunia.
Apakah mereka
yang suka tidak mau melakukan perintah Allah tidak percaya adanya neraka. Allah
telah menciptakan neraka untuk tempat mereka yang banyak melanggar perintah dan
larangan Allah. Di neraka tidak ada rasa dingin dan minuman. Di neraka hanya ada air mendidih dan nanah.
Neraka adalah tempat balasan bagi mereka yang tidak mempercayai ayat-ayat
Allah.
Sedang balasan
bagi orang mengikuti perintah Allah dan menghindari larangan Allah. Di surga
ada kebun, anggur, bidadari-bidadari yang umurnya sebaya dan gelas yang penuh.
Disana kesenangan selalu bertambah.
Sesungguhnya
Allah Maha Penyayang. Ia yang menguasai bumi, langit dan apa-apa yang di antara
keduanya. Allah yang mengatur bumi, langit, suasana, isinya dan apa-apa yang
ada di antara keduanya. Allah yang
menentukan syarat-syarat masuk surga, bukan manusia.
Allah telah
menentukan umur masing-masing ciptaanNya. Allah telah menetapkan hari kiamat.
Tiupan sangkakala telah Ia tetapkan sebagai tanda datangnya hari kiamat. Mau
tidak mau semua manusia dibangkitkan kembali, dikumpulkan di padang mahsyar
untuk diadili atas perbuatan manusia di kala hidup di dunia. Yang munkar dan
berbuat jahat masuk neraka. Manusia yang beriman dan bertaqwa masuk surga.
Al Qur’an
bukan sabda nabi Muhammad, tetapi firman Allah. Sabda nabi tercantum di dalam
hadits, yang merupakan keterangan dari Al Qur’an. Fikirkanlah dan renungkan.