Rabu, 21 Mei 2014

BERITA BESAR


Tentang apakah mereka saling  bertanya? Saya saling bertanya dengan isteri, anak, menantu, cucu, saudara kandung dan sahabat tentang banyak hal tentang kehidupan ini. Kami saling bertanya tentang ilmu murni, ilmu sosial, bahasa, ilmu pasti dan alam, olah raga dan rekreasi, kesenian, sejarah, biografi, agama, masalah umum, filsafat, olah raga, kesehatan  dan ilmu praktis.

Kemarin saya dan anak saya nomer 5 saling bertanya tentang penjambret, jin dan ekonomi. Sudah 2 kali kasus penjambretan kalung yang sedang dipakai seseorang wanita oleh pengendara sepeda montor. Korban pertama wanita sedang berjalan di jalan kampung. Wanita itu mengalami kerugian seuntai kalung dan sakit lehernya dan hatinya. Korban kedua seorang wanita sedang mengendarai sepeda montor. Kalungnya ditarik begitu saja oleh pengendara sepeda montor yang menyalipnya. Karuan saja wanita itu jatuh, karena sepeda montornya oleng. Wanita itu mengalami kergian seuntai kalung, sepeda montor rusak, leher dan bagian tubuhnya sakit. Hatinya lebih parah lagi, tidak hanya sakit, tetapi juga jengkel, marah, sedih. Kita tidak habis fikir, kenapa penjambret itu tidak mempunyai rasa kasihan sama sekali. Sekarang ini untuk mendapatkan uang atau harta yang sedikit seseorang tega membunuh. Apakah mereka tidak yakin adanya pembalasan terhadap dosa? Ataukah mereka tidak peduli terhadap neraka? Padahal derta dineraka itu amat hebat. Derita tidak cukup ekonomi saja sudah tidak mampu memikulnya, apalagi derita di neraka. Apa mereka tidak berfikir? Apakah mereka lebih mementingkan perasaan dari pada fikiran? Apakah artinya kesenangan dan kenikmatan sesaat dibandingkan dengan hukumannya sepanjang masa? Bagaimanakah caranya menghapus penjambretan dan kejahatan yang lainnya itu? Bagaimanakah cara kita menghadapi kejahatan?

Pemecahan masalah ini sulit kita lakukan, padahal ini masaalah nyata. Apalagi masalah yang maya, seperti masalah yang ditimbulkan oleh jin. Ini lebih sulit lagi, karena berhubungan dengan hal yang tidak nyata. Apalagi memikirkan masalah besar: hari kiamat, hari kebangkitan, surga dan neraka.

Apakah para pelanggar larangan Allah tidak percaya, bahwa bumi diciptakan oleh Allah sebagai tempat melakukan kegiatan kehidupan? Allah pula yang menciptakan gunung, manusia, rasa kantuk, malam, siang, langit, matahari, hujan, biji-bijian, tumbuh-tumbuhan, kebun-kebun yang lebat. Sesungguhnya Allah telah menetapkan adanya hari kiamat, hari kebangkitan, hari pengadilan dan pembalasan amal manusia ketika hidup di dunia.

Apakah mereka yang suka tidak mau melakukan perintah Allah tidak percaya adanya neraka. Allah telah menciptakan neraka untuk tempat mereka yang banyak melanggar perintah dan larangan Allah. Di neraka tidak ada rasa dingin dan minuman.  Di neraka hanya ada air mendidih dan nanah. Neraka adalah tempat balasan bagi mereka yang tidak mempercayai ayat-ayat Allah.

Sedang balasan bagi orang mengikuti perintah Allah dan menghindari larangan Allah. Di surga ada kebun, anggur, bidadari-bidadari yang umurnya sebaya dan gelas yang penuh. Disana kesenangan selalu bertambah.

Sesungguhnya Allah Maha Penyayang. Ia yang menguasai bumi, langit dan apa-apa yang di antara keduanya. Allah yang mengatur bumi, langit, suasana, isinya dan apa-apa yang ada di antara keduanya.  Allah yang menentukan syarat-syarat masuk surga, bukan manusia.

Allah telah menentukan umur masing-masing ciptaanNya. Allah telah menetapkan hari kiamat. Tiupan sangkakala telah Ia tetapkan sebagai tanda datangnya hari kiamat. Mau tidak mau semua manusia dibangkitkan kembali, dikumpulkan di padang mahsyar untuk diadili atas perbuatan manusia di kala hidup di dunia. Yang munkar dan berbuat jahat masuk neraka. Manusia yang beriman dan bertaqwa masuk surga.

Al Qur’an bukan sabda nabi Muhammad, tetapi firman Allah. Sabda nabi tercantum di dalam hadits, yang merupakan keterangan dari Al Qur’an. Fikirkanlah dan renungkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar