Selasa, 17 Desember 2019

Manfaat surat Al Mulk

  1. Meningkatkan  ketaqwaan
  2. Dijauhkan dari maksiat.
  3. Terhindar dari siksa kubur dan siksa neraka.
  4. Diampuni dosanya.
  5. Meningkatkan kemakmuran.
  6. Memberikan keamanan dan keselamatan.
  7. Membuat bau jenazah wangi.
Caranya: baca sebelum tidur. Lebih baik jika dibaca diikuti membaca surat As Sajdah. Bacanya pakai adab membaca Al Qur'an. Berwudlu dulu, pakai pakaian yang bersih dan rapi dan menghadap kiblat. Lebih baik jika isinya difahami dan dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah selesai membaca Al Qur'an lalu tidur dengan mengikuti sunah nabi.  Rasulullah SAW berpesan kepada Siti Fatimah az-Zahra (as), putri tercintanya: “Hai Fatimah, jangan engkau tidur sebelum melakukan empat perkara, yaitu:
  1. Sebelum mengkhatamkan Al-Qur’an
  2. Sebelum membuat para Nabi memberimu syafaat di Hari Akhir
  3. Sebelum para Muslim meridhaimu
  4. Sebelum kau laksanakan Haji dan Umrah”
Sang putri itu bertanya kepada ayahnya: “Ya Rasulullah.. Bagaimana aku dapat melaksanakan empat perkara seketika?”
Rasul yang mulia tersenyum dan bersabda: “Sebelum engkau tidur (lakukan ini):
  1. Bacalah Surat Al-Ikhlas tiga kali, dengan begitu seakan-akan kau mengkhatamkan seluruh Al-Qur’an.” [Bismillaahir rahmaanir rahiim, Qulhuallaahu ahad’ Allaahushshamad’ lam yalid walam yuulad’ walam yakul lahuu kufuwan ahad’ (3x)].
  2. Bacalah solawat untukku dan para Nabi sebelum aku, maka kami semua akan memberi syafa’at di hari kiamat“. [Bismillaahir rahmaanir rahiim, Allaahumma shallii ‘alaa  Muhammad wa aali  Muhammad (3x)].
  3. Beristighfarlah (memohonkan ampunan) untuk para Muslimin, maka mereka semua akan meridhaimu“.[(Astaghfirullaahal ‘adziim aladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum, dzul jalaali wal ikram wa atuubu ilaih (3x)]
  4. Perbanyaklah bertasbih (menyucikan Alla), bertahmid (mensyukuri Allah), bertahlil (mentauhidkan Allah) dan bertakbir (mengagungkan Allah), maka seakan-akan kau telah melaksanakan ibadah Haji dan Umrah“. [Bismillaahir rahmaanir rahiim, SubhanAllaahi alhamdulillaahi walaa ilaaha illa Allahu wAllaahu akbar (3x)]

Suatu hari Imam Ali melihat Sayyidah Fatimah kepayahan menumbuk gandum, mengerjakan pekerjaan rumahnya sambil memomong Imam Hasan dan Imam Husain yang masih kecil. Imam Ali melihat tangannya luka-luka karena pekerjaan yang begitu berat. Beliau selanjutnya mengusulkan untuk memohon bantuan Rasulullah dengan meminjamkan tawanan/sahaya untuk membantu Fatimah.
Fatimah malu untuk melakukan itu dan akhirnya Imam Ali menyampaikannya sendiri. Namun Rasulullah yang terharu dengan penderitaan putri tercintanya tak dapat mengabulkan permohonan Sayyidah Fatimah. Imam Ali pulang dengan tangan hampa.
Malam hari menjelang tidur Baginda Rasul SAAW menyambangi rumah Ahlul Bait ini dan bersabda kepada Fatimah. “Hai Fatimah, inginkah engkau kuberi sesuatu yang jauh lebih baik daripada apa yang engkau minta hari ini?”
Tentu saja ia mengiyakan. Rasul selanjutnya bersabda: “Engkau membaca ‘Allahu Akbar‘ 34x, ‘Alhamdulillah‘ 33x dan ‘Subhanallah‘ 33x, sebelum tidur dan sesudah salat.”
Wirid di atas selanjutnya disebut ‘Tasbih Az-Zahra‘ atai dzikir Fatimah

Senin, 16 Desember 2019

Macam sujud

Sujud ada 3 macam, yaitu sujud tilawah, sujud sahwi dan sujud syukur. Sujud tilawah sunah dilakukan bagi mereka yang membaca dan mendengar ayat sajdah, walaupun sedang shalat. Contohnya pada surat Asajdah ayat 15, surat An Najm ayat 62, surat Inyiqaq ayat 21 dan urat AlAla at 19. 
 
 
 
 
Legkapnya ayat sajada 
 terdapat pada: 
  1.  QS. Al-A’raf (7): 206 
  1. QS. Ar-Ra’d (13): 15 
  1. QS. An-Nahl (16): 49 
  1. QS. Al-Isra’ (17): 107 
  1. QS. Maryam (19): 58 
  1. QS. Al-Hajj (22): 18 
  1. QS. Al-Hajj (22): 77 
  1. QS. Al-Furqan (25): 60 
  1. QS. An-Naml (27): 25 
  1. QS. As-Sajdah (32): 15 
  1. QS. Shaad (38): 24 
  1. QS. Fushshilat (41): 37 
  1. QS. An-Najm (53): 62 
  1. QS. Al-Insyiqaaq (84): 21 
  1. QS. Al-‘Alaq (96): 19 
Tata cara dalam melakukan sujud tilawah ini juga sama dengan melakukan sujud syukur, yaitu: 
1.    Berniat terlebih dahulu 2.    Dilanjutkan dengan membaca takbir 3.    Kemudian bersujud satu kali. Adapun bacaan yang dibaca ketika sujud tilawah ini hampir mirip dengan bacaan sujud syukur, yaitu: 
سَجَدَ وَجْهِى لِلَّذِى خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ تَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ » 
(sajada wajhiya lilladzii khalaqahuu wa shawwarahuu wa syaqqa sam’ahu wa basharahuu tabaarakallaahu ahsanul khaaliqiin) 
Artinya: 
aku bersujud kepada Dzat (Allah swt.) yang telah menciptakanku dan membentukku dan yang telah membukakan pendengaranku dan penglihatanku dengan kekuasaan dan kekuatan-Nya. Maha Yang Memberkahi  Allah Dzat Yang Maha Sebaik-baiknya Pencipta.” 
4.    Kemudian duduk dan diakhiri dengan salam 
Sujud sahwi dilakukan jika lupa dalam shalat. Karena sujud ini dilakukan ketika seseorang sedang melaksanakan shalat. Maka, cara melakukannya adalah sebagai  berikut: 
1.    Setelah membaca tahiyyat akhir jangan salam lebih dulu, bersujudlah kembali dengan membaca takbir. 2.    Dilanjutkan dengan membaca tasbih, sebagai berikut: 
سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنَامُ وَلَا يَسْهُو  (Subhaana man laa yanaamu wa laa yashuu) 
MahaSuci Allah Dzat Yang Tidak Tidur dan Dzat Yang Tidak Lupa” 
3.    Kemudian takbir untuk duduk kembali seraya membaca doa duduk diantara dua sujud 4.    Kemudian sujud kembali, dan membaca bacaan seperti yang dilakukan dengan sujud sahwi yang pertama 5.    Kemudian duduk kembali, dilanjutkan dengan salam 
Sujud syukur dilakukan jika mendapat kesenangan. Dalam melakukan sujud syukur ini minimal kita juga harus tahu tentang apa saja syarat-syarat dalam sujud syukur tersebut. Berikut syarat-syarat seseorang ketika melakukan sujud syukur: 
1. Utamakan dalam kondisi suci terlebih dahulu. Baik badan, pakaian maupun tempatnya. 2. Menutup aurat dan 3. Usahakan untuk menghadap Kiblat 
Cara Melakukan Sujud Syukur 
Untuk melakukan sujud syukur, minimal seseorang juga harus bagaimana tata cara sujud syukur tersebut. Adapun tata caranya adalah sebagai berikut: 
1. Niat untuk sujud syukur terlebih dahulu 2. Membaca takbiratul ihram (seperti ketika sedang melakukan shalat) 3. Kemudian bersujud  dan  membaca tasbih seperti ketika shalat. Atau bisa juga dengan bacaan berikut: 
سَجَدَ وَجْهِي لِلَّذِي خَلَقَهُ، وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ، بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ (sajada wajhiya lilladzii khalaqahu, wa syaqqo sam’ahu, wa basharahu, bi haulihi wa quwwatihi) 
4. Setelah itu duduk lagi (seperti duduk tahiyyat akhir), dilanjutkan dengan salam 
Nah, akhirnya selesailah penjelasan mengenai macam-macam sujud yang sering kita jumpai di kalangan umat Islam. Termasuk di sekitar kita, semoga dengan sedikit penjelasan di atas kita bisa mengikuti sunnah atau anjuran dari Rasulullah saw. dan bisa kita amalkan dalam keseharian kita bersama. (Bahan dari portal-ilmu.com).