Jumat, 15 Mei 2015

RIDHA ORANG TUA

Kiriman: Abdul M. dan Burhansyahl

بسم الله الرحمن الرحيم

Ikhwan & akhwat yang dirahmati Allāh Subhānahu Wa Ta'āla, kita lanjutkan hadits berikutnya:

وَعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ رضي الله عنهما: عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه و سلم قَالَ: "رِضَا اللَّهِ فِـيْ رِضَا الْوَالِدَيْـنِ، و سخط اللَّهِ فِـيْ سخط الْوَالِدَيْنِ (أَخْرَجَهُ التِّرْمِذِيُّ، وَصَحَّحَهُ ابْنُ حِبَّانَ وَالْحَاكِمُ)

Dari ‘Abdullāh bin ‘Amr bin al ‘Āsh Radhiyallāhu Ta'āla 'anhumā: dari Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam beliau bersabda: “Ke-ridhā-an Allāh itu berada pada ke-ridhā-an kedua orang tua, dan kemarahan Allāh itu berada pada kemarahan kedua orang tua.” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan oleh Ibnu Hibbān dan Al-Hākim)

Tidak diragukan bahwasanya agungnya hak kedua orangtua sangatlah besar dan Allāh Subhānahu Wa Ta'āla telah mengingatkan hal ini dalam banyak ayat dalam Al-Qurān.

Diantaranya:
· Luqmān ayat 14

أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

"Bersyukurlah (berterima-kasihlah) kepadaKU dan bersyukurlah kepada kedua orangtua engkau dan kepadaKU lah kalian akan kembali."

Disini Allāh menggandengkan perintah untuk bersyukur kepada Allāh dengan perintah untuk bersyukur/berbakti/berterima kasih kepada kedua orangtua. Dan Allāh tutup ayat tersebut dengan mengatakan:

"Ingatlah, kalian akan dikembalikan kepadaKU"

Artinya kalian akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allāh Subhānahu Wa Ta'āla, apakah kalian sudah bersyukur kepada kedua orangtua atau tidak?

· Al-Isrā ayat 23

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ

"Dan Rabbmu telah menetapkan agar tidaklah beribadah kecuali hanya kepada Allāh Subhānahu Wa Ta'āla dan berbaktilah kepada kedua orangtua kalian."

Dalam ayat ini, Allāh menggandengkan antara hak tauhid Allāh Subhānahu Wa Ta'āla dengan hak berbakti kepada kedua orangtua. Dan ini menunjukkan agungnya hak berbakti kepada kedua orangtua.

Dan barangsiapa yang mengerti bahasa arab, kalimat "إِحْسَانًا" adalah maf'ul muthlaq yang didatangkan untuk "penekanan", seakan-akan taqdirnya (kalimat yang dimaksudkan)

"وَ أَحْسِنُ بِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا"

"Berbaktilah kepada kedua orangtua dengan sebakti-baktinya."

Allāh tidak memerintahkan kita hanya sekedar berbakti sewajarnya, tidak. Tetapi Allāh menyuruh untuk berbakti sebakti-baktinya kepada kedua orangtua. Ini menunjukkan akan agungnya berbakti kepada kedua orangtua.

Oleh karenanya, barangsiapa yang tidak menggunakan kesempatan untuk berbakti kepada kedua orangtua maka dia adalah orang yang celaka.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abū Hurayrah, dari Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam, beliau bersabda:

رغم أنف ثم رغم أنف ثم رغم أنف قيل من يا رسول الله قال من أدرك أبويه عند الكبر أحدهما أو كليهما فلم يدخل الجنة

"Celaka, celaka, dan celaka". Dikatakan kepada Nabi, "Wahai Rasulullah, siapakah yang celaka?". Nabi berkata, "Siapa yang menemui kedua orang tuanya di masa tua, salah satunya atau keduanya, lalu ia tidak masuk surga."

Celaka dan celaka dan celaka orang yang mendapati kedua orangtuanya dimasa kedua orangtuanya dalam masa tua (jompo) salah satunya atau keduanya kemudian orang ini tidak bisa masuk surga.

Kenapa Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mengatakan "celaka" ?

Karena berbakti kepada orangtua di masa mereka dalam kondisi jompo, ini kesempatan yang sangat besar, pintu surga telah terbuka selebar-lebarnya agar kita bisa masuk dengan berbakti kepada kedua orangtua terutama tatkala mereka berdua dalam kondisi lemah lagi sangat membutuhkan perhatian, kasih sayang & bantuan kita, lantas kita sia-siakan maka orang seperti ini adalah orang yang tercela, dia tidak menjadikan kesempatan ini untuk membuat dia masuk surga.

Dan hadits-hadits seperti ini sangatlah banyak.

Namun bagaimanapun, kita tidak boleh kita ta'at kepada orangtua dalam rangka bermaksiat kepada Allāh Subhānahu Wa Ta'āla. Kita hanya ta'at kepada kedua orangtua tatkala mereka berdua menyuruh kita kepada perkara yang ma'ruf.

Oleh karenanya Allāh ingatkan dalam Al-Qurān:

وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَى أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا

"Dan jika keduanya menyuruhmu untuk berbuat syirik kepadaKU yang kamu tidak memiliki ilmu tentangnya maka janganlah engkau ta'ati keduanya, akan tetapi tetap pergaulilah mereka berdua dengan cara yang baik."
 (Luqmān 15)

Artinya, ayat ini menunjukkan kewajiban berbakti kepada kedua orangtua bagaimanapun kondisi kedua orangtua.

Lihat dan perhatikan ayat ini.

Ayat ini menceritakan kedua orangtua sangat parah kondisinya, orangtua musyrik, bahkan tidak hanya musyrik tetapi orangtua menyuruh sang anak untuk berbuat syirik. Kedua orangtua bukan hanya sekedar peminum khamr, pembunuh atau pencuri, tetapi kedua orangtua diatas (melakukan) kesyirikan dan bahkan memaksa anaknya untuk melakukan kesyirikan.

Maka Allāh mengatakan sang anak tidak boleh ta'at kepada kedua orangtua, akan tetapi sang anak tetap wajib untuk tetap berbakti kepada kedua orangtuanya.

Saya sering ditanya:
"Ustadz, bagaimana jika orangtua saya ternyata menzhalimi saya...

"Ustadz, bagaimana jika ternyata orangtua saya dulu tidak menafkahi saya...

"Ustadz, bagaimana dengan ayah saya, sejak kecil saya dan ibu saya ditinggalkan...

"Apakah saya wajib untuk berbakti?"

Jawaban:
Wajib tetap berbakti bagaimanapun kondisi orangtua. Dia (orangtua) merupakan sebab engkau ada di dunia ini.  Seandainya kedua orangtuamu tidak ada atau salah satunya tidak ada maka engkau tidak akan muncul di atas muka bumi ini.
Maka bagaimanapun kondisi orangtua tetap wajib bagi engkau untuk berbakti kepadanya. Jangankan hanya sekedar orangtua tidak memberi nafkah, bahkan orangtua diatas kesyirikan wajib bagi kita untuk berbakti kepada orangtua.

Akan tetapi, perhatikan disini, jika orangtua menyuruh kepada kemaksiatan maka tidak boleh kita ta'ati. Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

لاَ طاَعَة لِمَخْلُوْقٍ فِي مَعْصِيَةِ الخَالِقٍ

“Tidak ada ketaatan kepada makhluq dalam rangka bemaksiat kepada Allāh Subhānahu Wa Ta'āla."

(Shahih, HR Ahmad, at Thabrani, al Hakim dan yang lain dengan lafadz at Tabrani disahihkan oleh Syaikh al Albani; Lihat As-Shahihah No. 179).

Disini ada kaidah yang perlu kita perhatikan yaitu:

❶ Jika ternyata orangtua memerintahkan untuk melakukan kemaksiatan maka tidak boleh kita ta'ati. Jangan kita hendak menyenangkan orangtua tetapi kita mendatangkan kemurkaan Allāh Subhānahu Wa Ta'āla.

❷ Orangtua menyuruh kita untuk meninggalkan suatu yang wajib (wajib bagi kita) maka tidak boleh juga ta'at kepada orangtua. Akan tetapi yang wajib kita ta'at adalah jika orangtua menyuruh kita kepada perkara-perkara yang mubah (diperbolehkan).

Bahkan sebagian ulama menyebutkan jika ada perkara ilmu agama yang wajib kita pelajari, misalnya:

• Seorang hendak melaksanakan ibadah haji dan tidak tahu bagaimana cara berhaji maka dia harus belajar ilmu tentang berhaji dan dia belajar dan tidak perlu izin orangtuanya.

• Dia tidak tahu cara shalat yang benar maka dia tetap belajar fiqh shalat dan tidak perlu izin kedua orangtuanya.

• Ingin menikah dan dia harus mengetahui ilmu tentang menikah maka dia pun belajar dan tidak perlu izin orangtuanya.

Kenapa? Karena itu fardhu 'ain. Karena dia ingin menikah maka dia harus tahu fiqh-fiqh yang berkaitan dengan menikah, maka tidak perlu izin orangtuanya.

Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allāh Subhānahu Wa Ta'āla,

Pertanyaan:
Bagaimana jika orangtuanya menyuruh dia untuk menceraikan istrinya?

Hal ini sering terjadi dan pernah ditanyakan kepada para ulama. Bahkan para ulama menjelaskan permasalahan ini secara khusus karena sering terjadi. Misalnya orangtua benci dengan istri kita kemudian ayah atau ibu kita menyuruh kita untuk menceraikan istri kita, maka apa yang harus kita lakukan?

Jawaban :
Bahwasanya menceraikan istri adalah perkara yang buruk dan dicintai oleh syaithan, maka jika ternyata kita disuruh menceraikan istri kita tanpa ada alasan yang syar'i, hanya sekedar mungkin ada persinggungan masalah antara istri dengan orangtua maka tidak boleh kita menuruti/menta'ati perkataan orangtua, baik ibu maupun ayah. Karena istri punya hak, kita telah menikahinya dan dia telah berkorban untuk kita. Kecuali kalau memang ada alasan yang syar'i.

Adapun kalau alasannya tidak syar'i dan hanya sekedar masalah duniawi atau masalah yang biasa timbul antara menantu dengan mertua maka tidak boleh bagi seorang suami untuk menceraikan istrinya.

Pernah ditanyakan kepada Imam Ahmad rahimahullāh: "Sesungguhnya ayahku memerintahkan aku untuk menceraikan istriku".

Maka kata Imam Ahmad "Jangan engkau ceraikan istrimu".

Maka orang ini berkata: "Bukankah 'Umar bin Khaththab radhiyallāhu Ta'āla 'anhu pernah memerintahkan putranya 'Abdullāh bin 'Umar untuk menceraikan istrinya?".

Maka kata Imam Ahmad rahimahullāh: "Kalau ayahmu sudah seperti 'Umar bin Khaththab lalu memerintahkanmu untuk menceraikan istrimu, maka lakukanlah."

Artinya ini fiqh yang dalam dari Imam Ahmad.

Tatkala 'Umar bin Khaththab menyuruh 'Abdullah Ibnu 'Umar menceraikan istrinya tentunya bukan sembarangan, karena 'Umar bin Khaththab adalah seorang yang bertaqwa dan mengetahui tentang masalah fiqh cerai.

Demikianlah, ingatlah betapa agungnya berbakti kepada kedua orangtua. Jika anda menjadikan orangtua ridhā berarti anda telah mendatangkan keridhāan Allāh kepada anda. Namun jika anda menjadikan orangtua murka maka sesungguhnya anda telah mendatangkan kemurkaan Allāh bagi anda sendiri.

والله تعالى أعلم بالصواب
__________________________
📦 Donasi Pengembangan Dakwah Group Bimbingan Islam
| Bank Mandiri Syariah
| No. Rek : 7103000507
| A.N : YPWA Bimbingan Islam
| Konfirmasi Transfer : +628-222-333-4004

📝 Kritik dan Saran silahkan disampaikan melalui :
🌐 http://www.bimbinganislam.com/kritikdansaran.

Assalamualaikum...

Informasi :

Barangkali Ada yang berminat
Dibutuhkan IMAM di MASJID ASSALAAM, TOKYO

Lokasi : Okachimachi, Taito-ku, Tokyo, Jepang

Kriteria Calon Imam:
1. indah dalam membaca Al-Qur’an, hafidz 30 juz diutamakan
2. Mampu memberikan ceramah dalam bahasa Inggris dengan baik
3. Mampu mengajarkan Baca Al-Quran
4. Badan segar

Tugas Pokok:

1. Memimpin shalat rowatib
2. Khutbah jum’at dalam bahasa Inggris
3. Mengisi kajian Islam terprogram dan terjadwal
4. Menjadi pengajar baca Quran

Catatan:

1. Tempat tinggal single di area kompleks Masjid

2. Tiket Pesawat PP Indonesia - Jepang ditanggung pihak Masjid

untuk keterangan lebih lanjut, hub Deddy Nur Zaman 081298191166

Info : mukafaah perbulan 200.000 yen atau sekitar 20-22 jt rupiah

--H.JAMALUDIN --
 bantu" share aja...
Mudah2an ada ikhwan yg bisa sekalian dakwah disana.. n bs jadi riyasah fi Tokyo.

PENTINGNYA MALAM MARKAS dan dzikir pagi dan petang

Kiriman: Ahmad Zaenal dan Burhan Kalakhan.
 
Pentingnya Malam Markaz

Supaya istiqomah di dlm dakwah ini sampai akhir hayat dianjurkan hadir dlm malam markaz

Ikuti 4 program :
1. Takrir jam 5 sore
2. Bayan Maghrib
3. Hayatus Shahabat
4. Bayan Subuh

Dengan 3 tertib :
1. Ikuti dari awal smp akhir
2. Tawajuh
3. Mujahadah atas nafsu

Fadhilah :
1. Jasbah utk maqomi dan intiqoli kuat walaupun sendirian
2. Doa mubayin mengikat kita biar tidak terlempar dari dakwah
3. Diistiqimahkn smp akhir hayat
4. Dimudahkan utk menghadiri markaz dakwah seluruh dunia.

Insya Allah niat amalkan dan sampaikan.

10 AMALAN WIRID INFRADI DA’I
(DARI  MAULANA H. ABDUL WAHAB BHAI – RAIWIND PAKISTAN)

1. LAA ILAAHA ILLA ANTA SUBHANAKA INNII KUNTU MINADZ DZALIMIN
(Dibaca 300 x sehari atau 1000 x serhari).

Fadhilat : Dipermudahkan untuk tasykil, dipermudahkan untuk gerakkan umat dalam kerja dakwah, & Allah akan selesaikan masalah infradi & ijtima’i

2. HASBUNALLAHI WA NI’MAL WAKIL (313 X SEHARI)

Fadhilat : Allah akan rubah asbab musibah jadi rahmat dan asbab kebinasaan jadi kemuliaan

3. SUBHANALLAHI WABIHAMDIHI SUBHANALLAHIL ‘ADZIM ASTAGHFIRULLAH
(Dibaca 100 x di antara waktu adzan dan iqamat sholat shubuh)

Fadhilat : Dunia akan datang kepada pembacanya dalam keadaan menunduk.

4. Masuk rumah ucapkan SHALAWAT 3 X & Surah AL IKHLAS 3 X

Fadhilat : Dipermudahkan untuk bayar hutang, asbab ketenteraman diri & keluarga, dan rezeki akan dipermudahkan.

5. Sesudah sholat Jumaat baca Surah AL FATIHAH 7 X, AL IKHLAS 7 X, AL FALAQ 7 X, ANNAS 7 X.

Fadhilat : Keburukan kita akan ditutupi oleh Allah, sehingga yang nampak hanya kebaikan.

6. Baca TA’AWUDZ 10 X setiap pagi dan petang.

Fadhilat : Akan dilindungi dari godaan syaitan sepanjang hari itu.

7. Baca AYAT KURSI setiap selesai sholat fardhu.

Fadhilat : Dipermudahkan ketika sakaratul maut, mati tanpa perantaraan.

8. Baca Surah AL IKHLAS 3 X, AL FALAQ 3 X, & ANNAS 3X setiap pagi dan petang.

Fadhilat : Dijauhkan dari bencana dan kesusahan.

9. Baca SURAH YASIN setiap pagi/petang

Fadhilat : Dicukupi keperluan dunia & akhirat, serta ditunaikan seluruh hajatnya.

10. Baca SURAH AL IKHLAS 200 X setiap hari.

Fadhilat : Allah tutupi 300 pintu musibah & Allah akan buka 300 pintu rahmat dan rezeki, rezeki yang penuh kemuliaan & datang tidak disangka2. Diberi ilmu & kesabaran langsung dari Allah. Diampuni dosa2nya , dapat pahala 2000 rakaat shalat sunnat & pahala  seperti khatam Al Quran 66 X. Dibangunkan 20 istana di syurga, 1 Istana ada 70 bidadari & 80 ribu pelayan & ratunya adalah isteri kita. Ketika mati, kita akan disholati oleh 110 ribu para malaikat…..

Niat amal dan sampai, InsyaAllah....

HAYYA ALASHOLAHY

Kiriman: Budi Arsa dan Ahmad Zaenal

AGAR PAHALA MELEBIHI USIA YANG ADA

Rosullulloh bersabda.

اعمار امتي ما بين الستين الي السبعين واقلهم من يجوز ذالك

"Umur umatku berkisar antara 60 hingga 70 tahun, dan sangat sedikit diantara mereka yang mencapai usia itu " HR. At-Tirmidzi.
 Betul apa yg disampaikan Rosulllullah, ini adalah salah satu rahmat Alloh yg terlepas dari umat beliau, namun jangan bersedih sebab Alloh menggantikan dg rahmat lain yaitu dg amalan ibadah yg pahalanya dilipat gandakan, sehingga umat beliau akan menjadi penghuni separoh dari surga.
Diantaranya adalah :
1.Menjaga sholat berjamaah.
Banyak org yg semangat utk pindah tugas kedaerah lain krn janji gajinya akan ditambah, tapi tdk byk org yg semangat utk pindah tempat sholat ( dari rumah ke masjid) dg janji pahala yg lbh banyak.
Nabi bersabda.
" Sholat bersama imam lebih utama dari sholat sendirian sebanyak 25 kali " HR. Bukhori.
Artinya jika ada dua org meninggal pd usia yg sama yg satu selalu sholat sendirian dirumah dan dan yg satu selalu sholat berjamaah, maka ia memiliki pahala lbh banyak 25 tahun. Dg ungkapan lain pahala org yg sholat wajib sendirian dirumahnya selama 25 th cukup dikerjakan selama 1 th dg berjamaah.
 Mari para lelaki/suami sholat wajib berjamaah di masjid.
Bagi para wanita/istri supaya mendorong suaminya utk sholat berjamah di masjid sbb anda akan mendptkan pahala yg sama dg pahala suami.

Kudus,  6 rajab 1436 H.
Abu Uwais.TAUSIYAH KAPOLRES BOGOR, BIKIN ORANG MALU TIDAK SHALAT BERJAMAAH DI MASJID... INILAH PERLUNYA KITA MEMILIH PEMIMPIN MUSLIM YG KOMIT THD AGAMANYA, AGAR ALLAH MERIDHAI KITA....

Tengah hari, suasana di Masjid Polres Kabupaten Bogor tampak sangat berbeda. Begitu adzan berkumandang, puluhan polisi berseragam berbondong-bondong memenuhi masjid. “Shaf-shaf ternyata penuh,” kata Reza Setiawan, seorang netizen yang baru saja mengurus SIM A di Polres Bogor.

Setelah adzan, ada pengumuman menarik untuk mengajak polisi dan masyarakat menunaikan shalat berjama’ah. "Bagi anggota dan masyarakat beragama Islam, mari kita shalat berjamaah," tutur Reza melalui akun facebook-nya, menirukan pengumuman itu.

Seusai shalat jamaah, lanjut Reza, Kapolres Bogor AKBP Sonny Mulvianto Utomo memberikan tausiyah. Yang menarik, ia membuat ilustrasi dalam tausiyah tersebut.

“Gung, ke sini,” kata Kapolres memanggil seorang Briptu yang bernama Agung.
“Siap, Komandan,” jawabnya sambil mendekat.
“Kamu kenapa ke sini?” tanya Kapolres setelah bawahannya itu merespon perintah.
“(karena) dipanggil Komandan”
“Kenapa kamu enggak bilang, ‘nanti saja. Emang yang gaji saya kamu.’”
“Yang menggaji saya masyarakat, Ndan.”
“Ya sudah. Kembali sana,” pungkas Kapolres mengakhiri ilustrasinya.
“Siap Ndan”, jwb Agung.

Kapolres kemudian melanjutkan tausiyahnya. “Saya ini cuma ditunjuk jadi Kapolres, dan saya pun tidak tahu kepastian hidup dari Agung itu bagaimana, tapi kenapa dia nurut saya panggil?... Intinya begini. Sama manusia yang gak bisa apa-apa saja nurut, maka kita harus lebih nurut sama yang punya hidup, yakni Allah Subhanahu wa Ta’ala". Maka, ketika Allah memanggil kita, "Hayya 'alash Shalah", tidak ada pilihan lain bg kita kecuali memenuhi panggilah Allah itu, pergi ke Masjid tempat dikumandangkannya panggilan tsb utk shalat berjamaah...."

Mendengar tausiyah itu, Reza tersentak. “Deg! Wuih, ada Kapolres ngomong gini yak, mantap ini orang. Ada juga polisi yang baik akhlaknya kayak gini. Saya doakan Bapak menjadi Kapolri nantinya, sehingga solat berjamaah bisa jadi rutinitas seluruh umat Islam anggota polisi di Indonesia,” imbuhnya...

Kebijakan Kapolres Bogor mengajak bawahannya shalat berjamaah tersebut mendapat sambutan luas dari netizen. Hingga berita ini dimuat, status Reza yang menceritakan pengalamannya ini telah di-share lebih dari 1.400 pengguna Facebook. Beragam komentar positif dan doa pun menyertainya.

BAU WANGI

Kiriman: Walisongo.

Innalillahi Wa Inna illahi Roji'un.
Telah syahid ahli jamaah dari Hadrabat India yang bernama Muhammed Ghouse, meninggal dunia ketika siap sedia utk keluar buat Gast selepas Maghrib, Khamis, jam 18.23 WIB, tgl 30 April 2015, di mushalla/surau Nurul Qomar, Halqah Duren Sawit, Jakarta Timur.

Semoga Allah SWT terima amal ibadah & pengorbanan beliau & jadikan asbab untuk  hidayah seluruh alam. Aamiin....

Catatan Karguzari
Subhanallahhh..., ketika jenazah beliau dibawa ke tempat pemakaman, bau jenazah beliau betul2 wangi. Setelah sampai di tempat pemakaman, sebelumnya kami letak dulu dalam Masjid An-Nur agar para ustadz dan santri2nya dpt menyembahyangkan jenazah tersebut Bau wangi jenazah ini tidak hilang2 hingga dimakamkan dan setelah selesai dimakamkan, bau wangi jenazah bertambah kuat.

Inilah salahsatu bukti bahawa mati di jalan Allah SWT adalah kematian yg sangat diredhai Allah SWT.
Kita seharusnya merasa cemburu dgn jenazah ini.

Semoga Allah SWT matikan kita dlm menyampaikan agama Allah Ta'ala di seluruh alam dengan apa cara sekalipun...

Aamiin..

CARA MENEGUR

Kiriman: Walisongo.

Bismillah
.
Nak ubah orang, tak semestinya dengan menegur
.
Nak UBAH orang, tak semestinya dengan menegur. Ada orang, bila dia tegur, orang tak terima, dia stress, dan putus-asa. Nak UBAH orang, ada macam-macam cara
.
1) Nabi, cara baginda islamkan Bilal ialah, nabi datang kat tempat Bilal setiap hari dan buat segala tugas Bilal. Kita semua maklum, Bilal adalah seorang hamba. Tapi, nabi buat segala kerja Bilal setiap hari
.
Sampai satu masa, Bilal bertanya pada nabi:
"Wahai nabi, kenapa kau tolong aku berhari-hari, sedangkan aku seorang hamba? Apa yang kau mahu sebenarnya??"
Lalu nabi jawab:
"Aku nak kau masuk islam...."
Terus melting hati Bilal dan terus beliau masuk islam!
.
2)Ada sekali, seorang kafir menyakiti nabi berhari-hari tiap kali nabi keluar dari rumah. Namun, ada sekali, orang tu tak datang untuk sakiti nabi
.
Lalu nabi pergi rumah orang tu, kerana nabi dapat tahu yang orang tu sakit.. Lalu nabi ziarah orang tu, bagi dia susu, dan usap orang tu
.
Lalu, orang tu tanya kat nabi:
"Wahai muhammad, kenapa kau masih buat baik kat aku, bagi aku minum, kau ziarah aku, sedangkan aku dah banyak kali sakiti kau??"
Lalu nabi jawab:
"Kerana, inilah ISLAM yang aku bawa...."
Terus orang tu masuk islam!
.
3)Nabi setiap hari akan pergi ke pasar untuk bagi makan kat seorang wanita tua yahudi yang buta. Setiap hari nabi bagi dia makan, dan setiap kali nabi bagi dia makan, dia akan kutuk-kutuk nabi, sedangkan dia tak tahu yang suapkan dia makan ialah nabi.
Ketika nabi wafat, Abu Bakar menggantikan nabi untuk bagi perempuan tua tu makan. Namun, bila Abu Bakar suapkan perempuan tu roti, perempuan tu ludahkan semula roti tu, lantas berkata:
"Ini bukan orang yang bagi aku makan selama ni. Ni orang lain!!"
Lalu Abu Bakar tanya:
"Apa beza aku dan orang sebelum ni??"
Perempuan tua tu jawab:
"Orang sebelum ni, sebelum dia suapkan aku, dia akan hancurkan roti tu, lembutkan roti tu, sebab dia tahu gigi aku tak kuat. Baru dia akan suapkan aku..."
Lalu, Abu bakar menangis dan berkata:
"Kalau kau nak tahu, yang suapkan kau
 selama ini ialah Nabi Muhammad...."
Terus, wanita tua tu menangis, menyesal(kerana selama ini dia kutuk orang yang beri dia makan), dan terus masuk islam!!
***
Kadang-kadang, kita hanya pandai MENEGUR orang. Tapi, kita langsung tak tonjolkan AKHLAK kita, tak jadi qudwah, tak buat baik dengan orang, sehinga orang menyampah dan benci pada dakwah kita lantaran kita hanya pandai menegur, tapi tak pandai bergaul dan berkhidmat pada orang.
Sebab tulah, ramai ulama kata, sebelum kita nak tegur kawan-kawan dan nak UBAH dia, kita kena RAPAT dengan dia dulu, sampai dia PERCAYA dengan kita.

MILIANYA IBU

Kiriman: Walisongo.

Bismillaahirrahmaanirrahiim,

Assalamualaikum wr wbth khusus buat para ibu yang ditinggikan derajatnya, dimuliakan oleh Allah dengab diletakkan syurga dibawah tapak kakinya, satu ingatan penting buat para anak. Baginda Nabi Muhammad SAW pun pernah ditanya dan menjawab sebanyak 3x antara tentang kedudukan ibu dan bapa...jawaban baginda tetap Ibu ( Ummi)  barulah bapa. Ini adalah kerana hanya ibu yg dapat mengandung, melahirkan dan menyusukan.

Mulianya ibu. Ibu adalah madrasah atau sekolah utama bagi anak2 walaupun org pertama yg mengajar tentang Allah dgn laungan azan ialah bapa sewaktu dilahirkan.

Marilah kita mengingatkan kembali tentang kisah dan iktibar yang boleh diambil dari ibu2 yang dimuliakan sehingga tercatat kisah mereka di dalam Al Quran dan Hadith.

Kisah Cinta mereka terhadap Allah SWT tetap utuh dan kekal walau diuji dengan pelbagai ujian dari makhluk2 Allah bergelar Manusia.

🌹1. Kisah Siti Hawa, dari mula bertemu nabi Adam hinggalah menjadi ibu pertama yg melahirkan umat manusia.
🌹2. Kisah ibu Nabi Musa yg bertawakal pd Allah menghanyutkan anaknya, kisah isteri Firaun, Asiyah yang menyelamatkan Nabi Musa a.s
🌹3. Kisah isteri Nabi Zakaria dan begitu juga  Siti Sarah, isteri Nabi Ibrahim a.s yg mendapat anak Nabi Ishak diusia yg berumur.
🌹4. Kisah pengorbanan Siti Hajar, isteri Nabi Ibrahim yang redho ditinggalkan di padang pasir kerana memahami perintah Allah pada suaminya. Berusaha dan bertawakal pada Allah berjuang untuk menyelamatkan anaknya Nabi Ismail a.s. dari kehausan akibat terik di padang pasir
🌹5. Kisah Maryam a.s. wanita mulia yg dipilih utk mengandungkan nabi Isa a.s. ujian2 yg dilalui dari mula berkhidmat untuk agama Allah hingga diuji dengan pelbagai tohmahan dan kesusahan hingga melahirkan Nabi Isa yg membelanya stlh diberi mukjizat oleh Allah utk berkata2 dari bayi.
🌹6. Kisah Siti Aminah yg melahirkan Rasulullah SAW setelah kematian suami tercinta, rela berpisah sementara untuk disusukan dn utk anaknya mndpt tarbiyah dari keluarga dan persekitaran lain bg membentuk jati diri yg kuat utk anknya dari kecil.
🌹7. Kisah seorang ibu angkat, Halimatun Saadiah, ibu susu Rasulullah SAW yg menjaga baginda dengan penuh keikhlasan dan kadih sayang. Menyusukan bukan kerana wang walaupun beliau sangat miskin, tetapi kerana kadih dan cinta.
🌹8.Kisah Sayyidatina Khadijah r.a yang berkahwin di usia yg berumur dan melahirkan 4 puteri2 dan 2 putera Rasulullah (Sayyidina Abdullah dan Sayyidina Qassim) membesarkan anak2 nya dgn suami terdahulu dan bersama Rasulullah dengan penuh kasih sayang, ujian beliau ketika putera2 beliau meninggal dan kesedihannya kerana terlampau mencintai Rasulullah SAW.
Kisah cara pentarbiyahan beliau kepada Sayyidatina Umi Kalthom r.a, Sayyidatina Ruqayah r.a, Sayyidatina Zainab r.a. dan Sayyidatina Fatimah AzZahra sehingga digelar Ummu Abiha.
🌹9. Kisah Mariyatul Qibtiyah seorang hamba yg dipilih Allah untuk mengandungkan zuriat Rasulullah SAW tetapi anaknya Ibrahim juga meninggal.
🌹10. Kisah Sayyidatina Fatimah Az Zahra yg hidup dalam serba kemiskinan tetapi melahirkan dan mendidik Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husin dengan penuh cinta dan tanggungjawab untuk menyediakan mereka sebagai khalifah Allah dimukabumi bakal menyambung perjuangan nendanya Rasulullah SAW. Pergantungan yg tidak berbelah bagi kepada Allah SWT menjadi contoh tauladan dan ikutan sehingga menghasilkan keturunan para ahlulbayt yg menjadi ulama memperjuangkan dakwah Allah membawa risalah Nabi Muhammad SAW hingga cahaya Islam sampai ke Tanah Melayu dan nenek moyang serta ibu kita dan diri kita dan anak2 kita Allah pilih menjadi Umat Rasulullah SAW.

Marilah kita mengingati semua jasa2 Ummahatul Mukminin dalam perjuangan mereka utk kita jadikan contoh menjadi Ibu yang Solihah...

🌹 KASIH IBU MEMBAWA KE SYURGA 🌹


(Segala kesilapan dan kekurangan adalah dari penulis. Mohon Maaf).

Wallahu A'alam...y

RENUNGAN PAGI

Kiriman: Walisongo.

💥   Hasan Basri ditanya: Apa rahsia zuhudmu di dunia ini? Beliau menjawab: aku tahu rezekiku tidak akan diambil orang lain, kerana itu hatiku selalu tenang. Aku tahu amalku tidak akan dikerjakan orang lain, kerana itulah aku sibuk beramal soleh. Aku tahu ALLAH Ta'ala selalu memerhatiku, kerana itulah aku malu jika ALLAH melihatku sedang dalam maksiat. Dan aku tahu kematian itu sudah menungguku, kerana itulah aku selalu menambah bekal untuk hari pertemuanku dengan ALLAH........ Sahabat2ku:
           Jangan tertipu
        dengan usia MUDA
        karena syarat Mati
         TIDAK harus TUA.

   Jangan terpedaya dengan
        tubuh yang SEHAT
       karena syarat Mati
       TIDAK mesti SAKIT

   Jangan terperdaya dengan
        Harta Kekayaaan
                Sebab
    Si kayapun tidak pernah
     menyiapkan Kain Kafan
             buat dirinya
      meski cuma Selembar.

      Mari Terus berbuat BAIK,
         berniat untuk BAIK,
     berkata yang BAIK-BAIK,
   Memberi nasihat yang BAIK
 Meskipun TIDAK banyak orang
      yang mengenalimu dan
   Tidak suka dgn Nasihatmu

        Cukup lah  اللهِ yang
     mengenalimu lebih dari
           pada orang lain.

      Jadilah bagai Jantung
        yang tidak terlihat,
     Tetapi terus berdenyut
     setiap saat hingga kita
 terus dapat hidup, berkarya
     dan menebar manfaat
       bagi sekeliling kita
     sampai diberhentikan
              oleh NYA
            Sahabat2ku: :)
"Waktu yang kusesali adalah
         jika pagi hingga
      matahari terbenam,
  'Amalku tidak bertambah
            sedikitpun,
  padahal aku tahu saat ini  umurku berkurang"
        (Ibnu Mas'ud r.a)

Semoga bermanfaat..

Kamis, 14 Mei 2015

JAM KERJA BIOLOGIS

Kiriman: Burhan Kalakhan.

" JAM KERJA BIOLOGIS ORGAN TUBUH MANUSIA "
oleh: Prof. dr. Soeharsoyo SpAk

🌀LAMBUNG,
Jam 07:00 - 09:00.
Daya kerja lambung sedang kuat2nya.
Dianjurkan utk sarapan yg bergizi tinggi pada jam ini.

🌀JANTUNG,
Jam 11:00 - 13:00,
*Hindari panas berlebih dan olah fisik*,
terutama bagian yg ada keluhan di pembuluh darah.

🌀HATI / LIVER,
Jam 13:00 - 15:00,
Kondisi liver sedang lemah,
dgn istirahat sejenak akan terjadi proses regenerasi sel2 hati.

🌀PARU-PARU,
Jam 15:00 - 17:00,
Paru paru sedang lemah,
istirahat dan nafas dgn teratur utk mengembalikan energi paru paru.

🌀GINJAL,
Jam 17:00 -19:00,
Ginjal dalam kondisi kuat,
terjadi proses pembentukan sumsum tulang dan sel otak.
Ini jam terbaik utk belajar.

🌀LAMBUNG,
Jam 19:00 - 21:00,
Lambung sedang lemah.
Diusahakan jangan mengkonsumsi makanan padat yg sulit dicerna,
atau lebih baik berhenti makan.

🌀LIMPA,
Jam 21:00 23:00,
Limpa dalam kondisi lemah,
terjadi proses pembuangan racun tubuh dan regenerasi sel limpa.
Jika wajah menjadi agak pucat dijam ini, artinya limpa ada gangguan.

🌀JANTUNG,
Jam 23:00 - 01:00,
Jantung sedang dalam kondisi lemah.
Waktunya istirahat utk pemulihan energi tubuh.

🌀HATI / LIVER,
Jam 01:00 - 03:00,
Liver dalam kondisi kuat,
terjadi proses pembuangan racun hasil metabolisme tubuh.
Ini saatnya terjadi regenerasi sel.

🌀PARU-PARU,
Jam 02.30 - 04:30,
Kondisi paru paru sedang kuat,
terjadi pembersihan dan pembuangan racun atw kotoran diparu paru.
Akan terjadi batuk, bersin dan berkeringat bila paru2 kotor.
Ini jam terbaik utk "Qiyamul lail".
Saat sujud pd waktu inilah..mengalirnya darah yg kaya akan  oksigen ke otak tertentu.. yg tdk bs di alirkan Darah pd saat sujud diwaktu siang..

🌀USUS BESAR,
Jam 05:00 - 07:00,
Usus besar dalam kondisi kuat,
biasakan B.A.B di jam ini
agar kotoran, racun dan sisa sistem pencernaan dapat dikeluarkan semua.

🎀
Semoga bermanfaat....
Bantu share yah utk peduli  kesehatan.
Demi waktu ..., manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai waktu ideal hilang sia-sia.

NAFI ISBAT


Allah kuasa manusia tidak kuasa. Tidak ada daya kekuatan, kecuali dengan kekuatan Allah. Manusia bisa ini itu, karena didzinkan Allah. Allah yang membuat manusia bisa ini dan itu. Orang dapat membaca huruf al Qur'an, karena Allah yang mengajarinya. Orang mempunyai ilmu pengetahuan, karena Allah memberikan. Orang selamat dari bencana, karena Allah menghindarkannya dari bencana.

Tidak ada yang meringankan masalah kecuali Allah. Tidak ada yang bisa membebaskan dari kesulitan kecuali Allah. Jadi jangan cari pertolongan kepada manusia. Dan jangan mengharapkan sesuatu dari manusia. Jangan menyandarkan sesuatu kepada selain Allah.

Tidak ada yang bisa mengeluarkan dari kesulitan, kegelapan, kecuali Allah. Tidak ada yang bisa ngangkat derajat, kehormatan, kemuliaan, kecuali Allah.

Tidak ada yang bisa menghilangkan kesulitan, kepusingan, ekonomi, asmara, hubungan kekeluargaan, hubungan kerja, kewajiban dan kesulitan apa saja kecuali Allah.

Tidak ada yang bisa membayarkan hutang, membayarkan uang sekolah anak, membiayai pembangunan rumah atau masjid, kecuali Allah.
Tidak ada yang dapat mendatangkan mahabah, kecuali Alllah. Sebaliknya tidak ada yang mendatangkan kebencian, kecuali Allah.
Allah yang mendatangkan penyakit dan Allah pula yang menghilangkan penyakit. Mintalah kesembuhan kepada Allah, karena Dia Maha Penyembuh, Maha Dokter.
Tidak ada yang memberi pekerjaan atau jabatan kecuali Allah. Sejak kecil ingin menjadi pegawai di bidang perindustrian, sampai-sampai kuliah di Akademi Perindustrian, tahu-tahu jadi ahli pembibitan tanaman. Allah kuasa, manusia tidak kuasa. Manusia hanya berusaha, Allah yang memutuskan.
Manusia tidak dapat menentukan jodohnya, Allah yang menentukan jodohnya. Orang sangat diinginkan jadi isterinya, jadi isteri orang lain. Wanita yang dibencinya malah jadi isteri tercinta. Manusia tidak mempunyai kekuatan, Allah yang mempunyai kekuatan.
Seberat apapun masalah, akan dipecahkan oleh Allah. Maka jika annda mempunyai masalah, pecahkan masalah dengan shalat dan sabar. Dalam sampaikan hajat dengan baik, benar dan sabar.

MACAM MEMBACA

Membaca adalah kegiatan meresepsi, menganalisa, dan menginterpretasi yang dilakukan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis dalam media tulisan.[1]Kegiatan membaca meliputi membaca nyaring dan membaca dalam hati.[2]Membaca nyaring adalah kegiatan membaca yang dilakukan dengan cara membaca keras-keras di depan umum.[3]Sedangkan kegiatan membaca dalam hati adalah kegiatan membaca dengan seksama yang dilakukan untuk mengrti dan memahami maksud atau tujuan penulis dalam media tertulis.[4] Membaca nyaring adalah kegiatan membaca yang dilakukan dengan cara membaca keras-keras di depan umum. Proses membaca nyaring ini sering digunakan oleh seseorang untuk menyampaikan gagagsan terhadap orang lain dengan cara membaca teks yang ada. Membaca dengan metode ini dilakukan dalam bentuk pidato, khotbah, debat, diskusi, wawancara, dan segala kegiatan yang berurusan tentang penyampaian di depan umum. Membaca dalam hati adalah kegiatan membaca dengan seksama yang dilakukan untuk mengrti dan memahami maksud atau tujuan penulis dalam media tertulis. Membaca dalam hati meliputi dua aspek yaitu membaca ekstensif (extensive reading) dan membaca intensif (intensive reading). Membaca ekstensif adalah tahapan awal dimana pembaca dituntut untuk bisa menyurvei atau menilai dengan membaca secara sekilas mau pun membaca dangkal. Sedangkan membaca intensif merupakan tahapan lanjutan untuk dapat memahami isi dan memahami konteks bahasa dalam yang digunakan dalam penulisan.
Ada 3 macam cara membaca Al-Quran, yaitu membaca cepat, lambat dan sedang atau dalam bahasa arabnya at-tahqiq,  at-tadwir dan al-hadr. Ulama ahli tajwid sepakat ketiganya dapat digunakan selama dalam bingkai "at-tartil sebagai mana telah disebutkan di surat Al-Furqon 32 dan QS Al-Muzzammil 4.
Bacaan dengan tempo lambat ( at-tahqiq ) biasanya digunakan dalam proses belajar mengajar. Membaca dengan tempo cepat ( al-hadr ) lazim digunakan oleh orang yang sudah ahli dalam membaca Al-Qur'an dan mengejar pahalanya. Membaca dalam tempo sedang ( at-dwir )  biasanya digunakan oleh orang yang ingin mendapatkan informasi dan meresapi isi Al-Quran.
Adapun tujuan membaca adalah menikmati keindahan isi bacaan, memahami isi bacaan, mengamalkan isi bacaan dan menyampaikan isi bacaan kepada orang lain. Tidak cukup dirinya sendiri yang mengamalkan isi bacaan, tetapi usahakan agar orang lain dapat juga mengamalkanya.

PERLUNYA KALAM ULAMA

Kiriman: Walisongo.

Suatu hari, datang seorang pemuda ke sebuah Pesantren di Indonesia bertujuan untuk bertemu dengan Kiyai di Pesantren tersebut. Maka berlakulah dialog di antara pemuda dan Kiyai di ruang tamu rumah Kiyai itu.

Pak Kiyai : Silalah duduk anak muda, siapa namamu dan dari mana asalmu?

Pemuda : Terima kasih Pak Kiyai. Nama saya Abdullah dan saya berasal dari Kampung Seberang.

Pak Kiyai : Jauh kamu bertandang ke sini, sudah tentu kamu punya hajat yang sangat besar. Apa hajatnya mana tahu mungkin saya boleh menolongmu?

Pemuda tersebut diam sebentar sambil menarik nafasnya dalam-dalam.

Pemuda : Begini Pak Kiyai, saya datang ke sini, bertujuan ingin berbincang beberapa permasalahan dengan Pak Kiyai. Pendeknya, permasalahan umat Islam sekarang. Saya ingin bertanya, mengapa Kiyai-Kiyai di kebanyakan pesantren di Indonesia, dan Tuan-Tuan Guru di Malaysia serta Pattani dan Asia umumnya sering kali mengajar murid-murid mereka dengan lebih suka mengambil kalam-kalam atau pandangan para ulama? Seringkali saya mendengar mereka akan menyebut : “ Kata al-Imam al-Syafiee, kata al-Imam Ibn Ato’illah al-Sakandari, Kata al-Imam Syaikhul Islam Zakaria al-Ansori dan lain-lain”

Mengapa tidak terus mengambil daripada al-Quran dan al-Sunnah ? Bukankah lebih enak kalau kita mendengar seseorang tersebut menyebutkan “ Firman Allah taala di dalam al-Quran, Sabda Rasulullah sallallahu alaihi wasallam di dalam hadis itu dan ini?”

Ulama-ulama itu juga punya kesalahan dan kekurangan. Maka mereka juga tidak lari daripada melakukan kesilapan. Maka sebaiknya kita mengambil terus daripada kalam al-Ma’sum iaitu al-Quran dan al-Sunnah.
Pak Kiyai mendengar segala hujah yang disampaikan oleh pemuda tersebut dengan penuh perhatian. Sedikitpun beliau tidak mencelah malah memberikan peluang bagi pemuda tersebut berbicara sepuas-puasnya. Sambil senyuman terukir di bibir Pak Kiyai, beliau bertanya kepada pemuda tersebut,

Pak Kiyai : Masih ada lagi apa yang ingin kamu persoalkan wahai Abdullah?

Pemuda : Setakat ini, itu sahaja yang ingin saya sampaikan Pak Kiyai.

Pak Kiyai : Sebelum berbicara lebih lanjut, eloknya kita minum dahulu ya. Tiga perkara yang sepatutnya disegerakan iaitu hidangan kepada tetamu , wanita yang dilamar oleh orang yang baik maka disegerakan perkahwinan mereka dan yang ketiga si mati maka perlu disegerakan urusan pengkebumiannya. Betul kan Abdullah? Pemuda : Benar sekali Pak Kiyai .

Pak Kiyai lalu memanggil isterinya bagi menyediakan minuman pada mereka berdua. Maka beberapa detik selepas itu minuman pun sampai di hadapan mereka.

Pak Kiyai : Silakan minum Abdullah.

Sebaik dipelawa oleh Pak Kiyai, maka Abdullah pun terus mengambil bekas air tersebut lalu menuangkan perlahan-lahan ke dalam cawan yang tersedia.

Pak Kiyai terus bertanya : Abdullah, kenapa kamu tidak terus minum daripada bekasnya sahaja? Kenapa perlu dituang di dalam cawan?

Pemuda : Pak Kiyai, mana bisa saya minum terus daripada bekasnya. Bekasnya besar sekali. Maka saya tuang ke dalam cawan agar memudahkan saya meminumnya.

Pak Kiyai : Abdullah, itulah jawapan terhadap apa yang kamu persoalkan sebentar tadi. Mengapa kami tidak mengambil terus daripada al-Quran dan al-Sunnah? Ianya terlalu besar untuk kami terus minum daripadanya. Maka kami mengambil daripada apa yang telah dituang di dalam cawan para ulama. Maka ini memudahkan bagi kami untuk mengambil dan memanfaatkannya.

Benar kamu katakan bahawa mengapa tidak terus mengambil daripada al-Quran dan al-Sunnah. Cuma persoalan kembali ingin saya lontarkan kepada kamu. Adakah kamu ingin mengatakan bahawa al-Imam al-Syafie dan para ulama yang kamu sebutkan tadi mengambil hukum selain daripada al-Quran dan al-sunnah? Adakah mereka mengambil daripada kitab Talmud atau Bible?

Pemuda : Sudah tentu mereka juga mengambil daripada al-Quran dan al-Sunnah.

Pak Kiyai : Kalau begitu, maka sumber pengambilan kita juga adalah daripada al-Quran dan al-Sunnah cuma dengan kefahaman daripada para ulama.

Pak Kiyai : Satu lagi gambaran yang ingin saya terangkan kepada kamu. Saya dan kamu membaca al-Quran, al-Imam al-Syafie juga membaca al-Qu
ran bukan? Pemuda : Sudah tentu Pak Kiyai.

Pak Kiyai : Baik, Kalau kita membaca sudah tentu kita ada memahami ayat-ayat di dalam al-Quran tersebut bukan? Al-Imam al-Syafie juga memahami ayat yang kita bacakan. Maka persoalannya , pemahaman siapa yang ingin didahulukan? Pemahaman saya dan kamu atau pemahaman al-Imam al-Syafie terhadap ayat tersebut?

Pemuda : Sudah tentu pemahaman al-Imam al-Syafie kerana beliau lebih memahami bahasa berbanding orang zaman sekarang.

Pak Kiyai : Nah, sekarang saya rasa kamu sudah jelas bukan? Hakikatnya kita semua mengambil daripada sumber yang satu iaitu al-Quran dan al-Sunnah. Tiada seorang pun yang mengambil selain daripada keduanya. Cuma bezanya, kita mengambil daripada pemahaman terhadap al-Quran dan al-Sunnah tersebut daripada siapa? Sudah tentu kita akan mengambil daripada orang yang lebih dalam ilmu dan penaakulannya. Ini kerana mereka lebih wara’ dan berjaga-jaga ketika mengeluarkan ilmu.

Kamu tahu Abdullah, al-Imam al-Syafie radhiyallahu anhu pernah ditanya oleh seseorang ketika mana beliau sedang menaiki keldai , berapakah kaki keldai yang Imam tunggangi?

Maka al-Imam al-Syafie turun daripada keldai tersebut dan mengira kaki keldai tersebut. Selesai mengira kaki keldai berkenaan, barulah al-Imam menjawab : “ Kaki keldai yang aku tunggangi ada empat”. Orang yang bertanya tersebut merasa hairan lalu berkata “ Wahai Imam , bukankah kaki keldai itu sememangnya empat, mengapa engkau tidak terus menjawabnya?” al-Imam al-Syafiee menjawab : “ Aku bimbang, jika aku menjawabnya tanpa melihat terlebih dahulu, tiba-tiba Allah taala hilangkan salah satu daripada kakinya maka aku sudah dikira tidak amanah di dalam memberikan jawapan”

Cuba kamu perhatikan Abdullah, betapa wara’nya al-Imam al-Syafie ketika menjawab persoalan berkaitan dunia. Apatah lagi kalau berkaitan dengan agamanya?

Al-Imam Malik radhiyallahu anhu pernah didatangi oleh seorang pemuda di dalam majlisnya di Madinah al-Munawwarah. Pemuda tersebut mengatakan bahawa dia datang daripada negeri yang jauhnya 6 bulan perjalanan daripada Madinah. Pemuda itu datang untuk bertanyakan satu masalah yang berlaku di tempatnya. Al-Imam Malik radhiyallahu anhu, mengatakan bahawa “ Maaf, aku tidak pandai untuk menyelesaikannya”
Pemuda tersebut hairan dengan jawapan Imam Malik, dan dia bertanya : “ Bagaimana aku akan menjawab nanti bilamana ditanya oleh penduduk tempatku?”

Maka kata al-Imam Malik : “ Katakan kepada mereka bahawa Malik juga tidak mengetahui bagaimana untuk menyelesaikannya”

Allah.. Cuba kamu lihat Abdullah betapa amanahnya mereka dengan ilmu. Berbeza dengan manusia zaman sekarang yang baru setahun jagung di dalam ilmu sudah mendabik dada mengaku bahawa seolah-olah mereka mengetahui segalanya.

Pemuda : MasyaAllah, terima kasih Pak Kiyai atas penjelasan yang sangat memuaskan. Saya memohon maaf atas kekasaran dan keterlanjuran bicara saya .

Pak Kiyai : Sama-sama Abdullah. Semoga kamu akan menjadi seorang yang akan membawa panji agama kelak dengan ajaran yang benar InsyaAllah.

DZIKIR PAGI DAN PETANG


Dzikir sebagai Kekayaan Kita

Saat tiba pagi dan sore hari, mari kita baca:

100 shalawat
100 tasbih subhaanawlloohi wabihamdih
100 astaghfiruwllooh.
7 hasbiyawlloohu laa-ilaaha illaa huu. ‘alaihi tawakkaltu wahuwa robbul ‘arsyil ‘adzhiim.
Kemudian baca Al Ikhlaash, Al Falaq, An Naas masing-masing sebanyak 3 kali.


Lakukan dzikir ini dua kali sehari: pagi dan sore. Lengkapi dengan amal sholeh yang lain seperti sedekah dan mengingatkan orang lain untuk melakukan juga.

Buat yang berat hidupnya, ketahuilah, mungkin karena kurang zikir-zikir barangkali. Dengan membiasakan membaca zikir, semoga hidup menjadi semakin enteng. Buat yang rajin baca, ia bagaikan sedang mengumpulkan kekayaan, meniti jalan kemenangan, kesuksesan, kejayaan, dan kemuliaan. Terus rutinkan, ya.

Lebih baik lagi jika Saudara mau mempelajari betul dzikir pagi, sore, serta zikir-zikir setelah shalat. Pelajari dan amalkan. Asli. Hidup insya Allah bakal enteng seenteng-entengnya.

Saya suka kasian sama yang buat makan aja susah. Bayar kontrakan susah. Bayar angsuran ini itu, susah. Bayar sekolah/kuliah, cari kerja/jodoh, susah. Saya juga suka kasian sama yang pengen usaha, keringetan cari modal. Udah usaha, masih keringetan juga sebab kerap masalah muncul. Kemudian peristiwa ini dibilang wajar. Padahal mah nggak wajar. Kenapa? Sebab hidupnya sepi dari dzikir harian.

Melewati hari tanpa dzikir harian adalah seperti jalan di muka bumi nggak pake pakaian, dengan membawa beban berat di pundaknya.

Bismillaah dah. Coba niatin jajal dzikir ini, sekitar 3 hari dulu. Terus lanjut 7 hari, 14 hari, 40 hari, hingga pada akhirnya bisa 100 hari nggak pernah nggak baca. Baca terus.

Buat yang punya orang tua, keluarga yang sedang ada hajat, sedang susah, sedang butuh pertolongan Allah, kerjakan juga dzikir-dzikir ini. Buat yang belum berjodoh, belum punya anak, belum kerja, nggak lulus-lulus kuliah, pengen S2, S3 … atau bahkan S5 atau S8, he he … ini mah enteng dah buat Allah.

Setiap habis mengerjakan zikir-zikir ini, tarik nafas sebentar. Konek sedikit ke Allah. Konsentrasi dengan menghela nafas. Lalu berdoalah …

Alaa bidzikrillaahi tath-mainnul quluub. Ingatlah, dengan mengingat Allah hati akan menjadi tenang. Coba cari nih ayat ada di surat apa dan perhatikan betul ayatnya.

Dzikir tadi coba salin di kertas selembar. Bawa terus lembar tersebut sebagai pengingat bahwa ada dzikir harian yang minimal kudu dibaca. Share artikel ini ke sebanyak-banyak teman via twitter, BBM, facebook, semua media dah.
Ini adalah pelajaran dari ustadz Yusuf mansur. Terima kasih, ustadz.

BERMEGAH-MEGAHAN

Surah ke 102: At-Takathur.

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui akibat perbuatanmu itu dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan 'ainul yaqin kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang keni'matan yang kamu megah-megahkan di dunia itu.
Allah telah mengingatkan, bahwa bermegah-megah itu dapat melalaikan kamu sampai masuk kubur. Bahkan orang yang bermegah-megah akan masuk neraka Jahiim.
Allah yang Maha Rahman dan Maha Rahim tidak rela manusia masuk neraka Jahiim. Oleh karena itu Allah melarang orang bermegah-megahan sampai diulang tiga kali.  Firman Allah "Jangan begitu"  diulang 3 kali, dapat diartikan Allah sangat melarang orang bermegah-megahan. Apa gunanya 'ainul yakin, jika sudah terlambat.
Saat sekarang ini banyak orang bermegah-megahan, sampai melewati batas kewajaran. Jika menggunakan uang sendiri masih mending, tetatpi jika menggunakan uang negara, maka membuat masyarakat muak dan Allah akan memasukkannya ke neraka Jahiim.
Akibat negatif yang utama ialah membuat orang lalai, karena lalai membuat seseorang lupa kewajiban dan ibadah. Shalat lupa dilakukan. Lama-lama shalat ditinggalkan.
Akibat lain ialah mendorong hidup berfoya-foya, mengadakan pesta kesana-kemari. Kegiatan di dalam pesta antara lain joget, menyanyi, minum minuman keras dan semacam itu.
Hidup bermegah-megah adalah pemborosan dan ini dilarang oleh Allah. Jika ada cara untuk hemat, kenapa harus boros. Jika sudah memiliki ruang rapat yang cukup, kenapa harus memakai hotel berbintang lima? Jika sudah memiliki sebuah hp, kenapa harus membeli hp lagi. Itu perbuatan sia-sia. Lihat di sekeliling kita masih banyak orang membutuhkan bantuan anda.
Jadi hidup bermegah-megah itu pemborosan dan perbuatan sia-sia yang harus kita hindari.

PENGOBATAN MATA OLEH MUHAMMAD NURDIN


PENGOBATAN ALTERNATIF UNTUK PENYEMBUHAN PENYAKIT MATA,KATARAK,RABUN SENJA,BUTA WARNA PARTIAL
1. Pasien diwajibkan berdzikir Istighfar (astaghfirullohalazim) sebanyak 333 x
2. Setelah itu baru kemudian si pasien dalam keadaan duduk/bersila,mengikuti zikiran yang dipimpin langsung oleh Bpk. Muhamad Nurdin .
3. Setelah dirasa cukup energi zikir masuk ke dalam tubuh pasien,barulah bagian tubuh yang sakit di rajah dengan rajah Ilahi ,agar rajah yang dituliskan ke tubuh pasien tadi benar-benar berfungsi untuk menyembuhkan penyakit mata ,rabun senja,katarak,buta warna.
4. Pada kasus penyakit asam urat  Rajah yang dituliskan di bagian mata ,untuk memperbaiki syaraf di bagian mata, sehingga mata kembali normal . Dianjurkan sehabis di rajah pasien banyak minum air putih,untuk membantu membuang kotoran yang ada dalam tubuh.
5. Pasien diberi kesempatan untuk berdoa untuk kesembuhan penyakitnya masing-masing.

Rabu, 13 Mei 2015

SABAR

Mau belajar SABAR?
Nanti kita akan ketemu orang² yg keras kepala kepada kita.

Mau belajar MENGAMPUNI?
Nanti kita akan ketemu orang² yg menyakiti kita.

Mau belajar MEMBERI?
Sebentar lagi kita akan di perhadapkan orang² yg berkekurangan.

Mau RENDAH HATI?
Tunggu saja, akan ada orang² yg merendahkan diri kita.

Kabar buruknya,"HIDUP INI TAK AKAN ADA YG SEMPURNA !!!"

Kabar baiknya,"KITA TAK PERLU HIDUP YG SEMPURNA UNTUK BISA MENIKMATINYA !!!"
Apapun yg sedang kita hadapi, itulah PROSES BELAJAR MENJADI LEBIH BIJAKSANA & DEWASA.

JANGAN MARAH & MENGGERUTU, tapi belajarlah & responi dg benar.
HIDUP ADALAH PROSES PEMBELAJARAN & KEDEWASAAN !!!

Pembelajaran hanya bisa di peroleh pada situasi yg tidak sesuai harapan kita, bukan saat kenyamanan.

Jadilah "murid kehidupan" dgn BELAJAR BERSYUKUR & MENGAMBIL HAL YG POSITIF dari setiap peristiwa yg kita hadapi.

Berusahalah SABAR dalam kesedihan,
Berusahalah SABAR dalam kekecewaan,
Berusahalah SABAR dalam kesakitan,
Berusahalah SABAR dalam musibah,
Berusahalah SABAR dalam ujian hidup.

SABAR itu susah,
SABAR itu capek,
SABAR itu sakit,
SABAR itu bikin stres, akan tetapi jika kita mampu melewatinya, maka SABAR itu akan menjadi sebuah KEINDAHAN & ARTI sebuah KEHIDUPAN.

Ada kalanya di butuhkan senyuman untuk menangis,
Ada kalanya di butuhkan airmata untuk bahagia,
Ada kalanya di butuhkan canda untuk melepas lelah,
Ada kalanya di butuhkan penat untuk mengukur arti kedamaian,
Ada kalanya di butuhkan "musuh" untuk menjadi korektor,
Ada kalanya di butuhkan "teman" untuk berbagi,

Salam sukses selalu,
Baarokallohu fiikum, aamiin

Semoga Bermanfa'at & Tetap Semangat Tuk Menggapai Kebahagiaan Dunia Akhirat.

Berusaha,,,PASTI Bisa,,,
Sertakan Alloh,,,bersama Alloh Kita Bisa & Pasti ada Solusi.

Catatan:

AL-QUR'AN SELAMAT DARI KEBAKARAN


Ribuan Alquran Ini tetap Utuh Walau Toko Milik Haryo Ludes Terbakar Reporter: Abdul Azis |  May 13, 2015 |  In Nasional |  No Comments




Beberapa waktu lalu ribuan kios di kompleks Pasar Johar Semarang, Sabtu (9/5) malam lalu, hangus dilalap sijago merah. Namun dari peristiwa yang mengahnguskan semua barang-barang dagangan milaik para pedagan yang kiosnya terbakar menyimpan sebuah keajaiban.

Keajaiban itu dialami oleh pemilik toko bernama Haryo (43), karena 30 pertsen barang dagangannya yang berada di lantai dua Pasar Johar tersebut bisa selamat dari amukan ganasnya api. Padahal toko-toko yang berada di samping kanan dan kirinya ludes terbakar.

Haryono sendiri merupakan pedanggan yang menual Alquran dan kitab kuning yang umumnya menjadi kebutuhan untuk pelajar yang ada dipesantren. Akan tetapi buku-buku lain yang di jual oleh warga Demak, Jawa Tengah ini juga turut hangus, hanya Alquran dan sejumlah kitab saja yang selamat dari kobaran api.

Haryo sendiri membenarkan ribuan Alquran dan kitab milik Haryo selamat dari dahsyatnya kebakaran. Ia sendiri memang sengaja meletakkan kitab-kitab suci tersebut pada tempat khusus yakni di sebuah peti triplek tebal berlapis seng.

“Ya 30 persenan selamat, saya memang jual kitab pesantren, kitab kuning, dan juga Al Quran. Ini semuanya yang selamat ada di kotak depan toko,” ungkap Haryo kepada, Selasa (12/5/2015).

Menurutnya buku-buku biasa yang lainnya juga turut ghangus dilalap si jago merah, padahan sudah ditempatkan pada tempat yang perlindungannya lebih tebal. “Itu buku di depan toko yang di tripleks tapi tebal. Buku yang di dalamnya malah habis,”paparnya

Sama seperti pedangan lainnya awalnya ia mengira seluruh dagangannya sudah habis terbakar dan menjadi debu ia pun kemudian pasrah akan hal itu. Namun pagi hari setelah kebakaran tersebut karyawannya memberikan kabar bahwa masih ada brang-barang dagangannya yang masih tetap terselamatkan.

Lantas iapun langsung bergegas mendatangi tokonya itu untuk mengangkut barang-barannya yang masih tetap bisa diselamatkan.“Pagi tadi langsung kesini, bawa mobil untuk mengangkutnya. Mau sya angkut akan saya taruh di toko saya di Demak,” tandas Haryo.

Ini rupa toko Haryo yang ludes dilalap sijago merah



Jumat, 08 Mei 2015

JENIS-JENIS MEMBACA



A. Membaca cepat
Teknik membaca cepat dapat digunakan sebagai salah satu cara belajar efektif. Membaca cepat merupakan teknik membaca dengan memindahkan padangan mata secara cepat, kata demi kata, frase demi frase, atau baris demi baris. Teknik membaca cepat bertujuan agar pembaca dapat memahami bacaan dengan cepat. Cara membaca cepat:
1. Konsentrasi saat membaca.
2. Menghilangkan kebiasaan membaca dengan bersuara dan bibir bergerak.

3. Perluas jangkauan mata ketika membaca.
4. Tidak mengulang-ulang bacaan.
Dalam teknik membaca cepat, digunakan rumus untuk menghitung kecepatan membaca. Rumus tersebut adalah:
KB : Jumlah kata dalam bacaan x 100%
           Waktu yang ditempuh
Keterangan:
KB = Kecepatan Membaca

B. Membaca Sekilas
Membaca sekilas (skimming) biasa dilakukan ketika membaca koran atau bacaan-bacaan ringan lainnya. Teknik membaca ini dilakukan dengan tujuan agar dapat menemukan infromasi yang diperlukan. Ketika membaca koran, tidak semua informasi dalam koran perlu dibaca, hanya hal-hal yang dianggap penting sudah mewakili informasi yang ingin diketahui.
Membaca sekilas adalah teknik membaca yang dilakukan sekilas pada bagian-bagian teks, terutama judul, daftar isi, kata pengantar. indeks atau hal umum lainnya. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membaca sekilas adalah sebagai berikut:
1. jika membaca koran, bacalah setiap judul bacaan dalam koran tersebut,
2. baca garis besar bacaan atau kepala berita yang terdapat pada koran tersebut, dan
3. jika telah telah menemukan bacaan yang diinginkan, mulai untuk membacanya.

C. Membaca Memindai
Membaca memindai disebut juga membaca scanning, yaitu teknik membaca yang digunakan untuk mendapatkan informasi tanpa membaca yang lain. Melainkan langsung pada masalah yang diperlukan. Teknik membaca memindai, biasanya dilakukan ketika mencari nomor telepon, mencari arti kata atau istilah di kamus, dan mencari informasi di ensiklopedia.

D. Membaca Intensif
Membaca intensif adalah teknik membaca yan dapat diterapkan dalam upaya mencari informasi yang bersifat detail. Membaca intensif juga dapat diterapkan untuk mencari informasi sebagai bahan diskusi. Membaca intensif, disebut juga membaca secara cermat. Membaca dengan cermat akan memperoleh sebuah pokok persoalan atau perihal menarik dari suatu teks bacaan untuk dijadikan bahan diskusi.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam membaca intensif adalah sebagai berikut:
1. membaca dengan jeli sehingga dapat menentukan hal yang paling menarik dari hal-hal lain,
2. mempertimbangkan kemampuan diri dal kemampuan teman diskusi berkenaan dengan kemampuan diri menguasai atau memahami perihal yang akan didiskusikan, dan
3. mempertimbangkan referensi yang dimiliki oleh peserta diskusi terkait hal yang akan didiskusikan.

E. Membaca Ekstensif
Membaca ekstensif adalah kegiatan membaca yang dilakukan dengan cara tidak begitu detail. Kegiatan membaca ekstensif ditujukan untuk mendapatkan informasi yang bersifat pokok-pokok penting dan bukan hal yang sifatnya terperinci. Berdasarkan informasi pokok tersebut, kita sudah dapat melihat atau menarik kesimpulan mengenai pokok bahasan atau masalah utama yang dibicarakan. Membaca ekstensif dapat digunakan ketika membaca beberapa teks yang memiliki masalah utama sama. Kita dapat menarik kesimpulan mengenai teks yang memiliki masalah utama yang sama, meskipun pembahasan detailnya berbeda.
Hal-hal yang harus diperhatikan ketika membaca ekstensif dua teks:
1. membaca kedua teks secara keseluruhan, sehingga mendapatkan pemahaman terhadap kedua isi teks,
2. memahami pokok-pokok penting yang disampaikan dalam masing-masing teks,
3. membandingkan kedua teks, sehingga memperoleh gambaran adanya persamaan dan perbedaannya, dan
4. menarik kesimpulan mengenai masalah utama kedua teks.


 
Diposkan oleh BelajarBahasa pada 08.22 Label: Membaca  

Kamis, 07 Mei 2015

MEMULIAKAN WANITA

Memuliakan wanita adalah pekerjaan yang tidak mudah, tapi juga tidak sulit. Tidak mudah karena ianya memerlukan kebijaksanaan dalam tataran praktik nyatanya, namun ia terselimuti bayang-bayang egoisme dan gengsi kelelakian. Dan tidak sulit karena ia adalah bagian kehidupan, yang dalam menjalaninya banyak contoh teladan yang bisa dijadikan panutan. Hanya saja ianya terganjal oleh riak-riak kecil ketidakmengertian.
Singkatnya, memuliakan wanita adalah sebuah kemuliaan, yang kelak juga menghasilkan kemuliaan sekaligus pemuliaan bagi pelakunya. Kemuliaan dan pemuliaan yang tiada dua dan bandingannya. Seperti baris-baris sabda Nabi berikut.
“Janganlah kalian,” jelas ‘Aisyah dan ‘Uqbah bin ‘Amir memperdengarkan dalam riwayat Ahmad, “Membenci wanita. Sebab ia adalah teman duduk yang menyejukkan hati dan sangat berharga kehadirannya.”
“Sesiapa yang,” tulis Albani dalam Silsilah Shahihah-nya ketika menyimpul ulang hadis Nabi dalam riwayat ‘Uqbah, “Memiliki tiga orang anak wanita, lalu ia bersabar dalam memberi mereka makan, minum, dan pakaian dari rezeki yang diberikan Allah, maka kelak mereka akan menjadi hijab bagi dirinya dari neraka pada hari kiamat.”
“Siapa saja,” catat Albani dalam Silsilah Shahihah manakala menulis ulang riwayat Ahmad, “Yang dikarunia tiga anak wanita atau tiga saudari kandung, atau bahkan dua anak wanita atau dua saudari kandung wanita; lalu ia bertakwa kepada Allah dalam memperlakukan dan berbuat baik kepada mereka, melainkan ia akan dijamin masuk surga.”
“Siapa pun,” gores Albani dalam Silsilah Shahihah tatkala mencatat ulang riwayat Abu Ya’la dan al-Bukhari, “Yang menanggung beban hidup tiga anak wanita; mencukupi, menyayangi, dan mengasihi mereka, maka ia pasti berada di surga.”
“Tidaklah seseorang,” tegas ‘Aisyah dalam riwayat al-Baihaqi seperti yang tercantum dalam Silsilah Shahihah, “Yang mencukupi kebutuhan hidup tiga anak wanita atau tiga saudari kandung, juga memperlakukan mereka dengan sebaik-baiknya, melainkan ia akan terhindar dari api neraka.” 
Dalam riwayat Abu Sa’id al-Khudri, “Melainkan ia akan masuk surga.”
“Sesiapa saja,” jelas Nabi dalam riwayat Abu Dawud dan at-Tirmidzi, “Yang memiliki tiga anak wanita atau tiga saudari kandung wanita, atau bahkan dua anak wanita atau dua saudari kandung, lalu dia menemani perjalanan hidup mereka dengan sebaik-baiknya seraya bertakwa kepada Allah—dalam sebuah riwayat lain, ‘Lalu mendidik mereka dengan sebaik-baiknya, sampai menikahkan mereka.’—maka baginya surga.”
Dalam riwayat Anas ibn Malik sebagaimana tercantum dalam Silsilah Shahihah, “Maka ia masuk surga bersama saya, seperti ini—seraya baginda Nabi mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengahnya.”
“Siapa pun,” tegas Nabi dalam riwayat Imam Muslim, “Yang mendapat cobaan karena dikaruniai anak-anak wanita, lalu ia memperlakukan mereka dengan sebaik-baiknya, maka kelak mereka akan menjadi hijab bagi dirinya dari api neraka.”

Rabu, 06 Mei 2015

AMALAN TINGGI

Kiriman: Budi Arsa.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ketika ditanya tentang amal-amal saleh yang paling tinggi dan mulia,
“Shalat tepat pada waktunya …berbuat baik kepada kedua orang tua … jihad di jalan Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Lihatlah … betapa kedudukan orang tua sangat agung dalam Islam, sampai-sampai Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallammenempatkannya sebagai salah satu amalan yang paling utama. Lalu, sudahkah kita berbakti kepada kedua orang tua?

Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak mendapatkan perlakuan baik dariku?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Ibumu.” Laki-laki itu bertanya kembali, “Kemudian siapa?” Beliau menjawab, “Ibumu.”Orang itu bertanya lagi, “Kemudian siapa?” Lagi-lagi beliau menjawab,“Ibumu.” Orang itu pun bertanya lagi, “Kemudian siapa?” Maka beliau menjawab, “Ayahmu.” (HR. Bukhari dan Muslim)unia lahir kan 11org anak subha nallah

YUSUF MANSUR BERKATA

Jika ada peluang untuk shalat berjamaah ada di shaff satu, harus berebut. Kalau perlu, diundi. Atau sekalian dinamain duluan itu satu tempat: Reserved, hehehe.

Terhadap yang kemudian ada terus-terusan di posisi shaff satu, janganlah kita ngiri. Kecuali, ambil posisinya. Duluin. Kalo perlu sekalian ambil di posisi depan Imam sekalian, hahaha. InsyaaAllah dah. InsyaaAllah Imamnya yang bingung, wakakakakakak. “Ini siapa nih yang berani-beraninya di depan imam?” Hehehehe.

Bila kemudian orang itu berubah keadaan sosialnya, keadaan dunianya, keadaan dirinya, keadaan kemuliaan, kehormatan, dan rizkinya, bisa jadi itu sebab dia jaga shaff satu nya itu. Doain aja beliaunya. Jangan ngiri. Dan tiru keberkahannya. Juga doakan. Sebab itu adalah ujian dari Allah untuk dia. Bisa jadi, kelak ia akan meninggalkan shaff satu nya itu. Meninggalkan masjid. Meninggalkan berjamaah. Sebab lalai setelah diangkat Allah.

Bila ada orang yang belum tau sedekah, kasih tau tentang sedekah.

Bila ia bisa bersedekah, sebab dikasih tau kawan-kawan, maka sedekah mereka yang dikasih tau itu, menjadi pahala juga dari yang memberi tau.

Dan bila diminta atau ada kesempatan, ikut menyalurkan sedekahnya mereka-mereka, ambil peluang itu. Dobel-dobel pahalanya. Pahala ngasih tau juga, dan dapet pahala nolongin nyalurin.

Jika harus berebut jadi kurir dan penyampai, berebutlah. Seperti orang berebut shaff satu.

Bukan untuk memperkaya diri. Tapi ikut kecipratan berkah sedekah orang-orang.

Saya suka melihat, banyak orang yang membagikan kurma di Masjidil Haram. Misalnya. Sangat bisa jadi, itu bukan sedekahnya sang pembagi kurma. Tapi sedekah siapaaaa gitu. Orang yang membagikan itu, cuma ketitipan, cuma membantu. Tapi kemudian dapat pahala yang sama. Dapat kebaikan yang sama. Minimal dapat keberkahan dari mata rantai sedekah tersebut.

Jika orang melihat, yang bersedekah, berubah. Yang menyampaikan berubah. Yang ikut membagikan sedekah, berubah. Menjadi lebih baik di segala hal, maka harus senang. Sebab Janji Allah tertunai dalam diri-diri mereka. Bukankah ini akan mempermudah dakwah kawan-kawan sendiri? Jangan malah iri. Kecuali iri yang baik. Yakni kepengen juga jadi yang menyampaikan soal sedekah. Ingin jadi kurirnya, minimal. Atau kepengen ikut bersedekah.

Dan terhadap mereka-mereka yang dapat banyak keberkahan dari Allah, sebab ada di mata rantai perbuatan sedekah, jadi apapun ia, maka kita-kita tulungin mereka itu. Dengan doa kita. Supaya selamat dan tidak lupa diri setelah diangkatnya oleh Allah.

FOLLOW:
IKUTI UPDATE TERBARU DARI USTADZ YUSUF MANSUR

Daftarkan email sahabat semua untuk mendapatkan update terbaru situs ini. Dapatkan juga kiriman taushiah dari Ustadz Yusuf Mansur secara berkala serta berbagai informasi menarik lainnya.
Email Address:

KURIR DAN PENYAMPAI oleh YUSUF MANSUR

Home

Artikel

Agen Buku Yusuf Mansur

Kuliah Bisnis

Ebook

HOME » Kurir dan Penyampai

Kurir dan Penyampai
Admin6 May 2015Akhlak / Ibadah / Sedekah00






Jika ada peluang untuk shalat berjamaah ada di shaff satu, harus berebut. Kalau perlu, diundi. Atau sekalian dinamain duluan itu satu tempat: Reserved, hehehe.

Terhadap yang kemudian ada terus-terusan di posisi shaff satu, janganlah kita ngiri. Kecuali, ambil posisinya. Duluin. Kalo perlu sekalian ambil di posisi depan Imam sekalian, hahaha. InsyaaAllah dah. InsyaaAllah Imamnya yang bingung, wakakakakakak. “Ini siapa nih yang berani-beraninya di depan imam?” Hehehehe.

Bila kemudian orang itu berubah keadaan sosialnya, keadaan dunianya, keadaan dirinya, keadaan kemuliaan, kehormatan, dan rizkinya, bisa jadi itu sebab dia jaga shaff satu nya itu. Doain aja beliaunya. Jangan ngiri. Dan tiru keberkahannya. Juga doakan. Sebab itu adalah ujian dari Allah untuk dia. Bisa jadi, kelak ia akan meninggalkan shaff satu nya itu. Meninggalkan masjid. Meninggalkan berjamaah. Sebab lalai setelah diangkat Allah.

Bila ada orang yang belum tau sedekah, kasih tau tentang sedekah.

Bila ia bisa bersedekah, sebab dikasih tau kawan-kawan, maka sedekah mereka yang dikasih tau itu, menjadi pahala juga dari yang memberi tau.

Dan bila diminta atau ada kesempatan, ikut menyalurkan sedekahnya mereka-mereka, ambil peluang itu. Dobel-dobel pahalanya. Pahala ngasih tau juga, dan dapet pahala nolongin nyalurin.

Jika harus berebut jadi kurir dan penyampai, berebutlah. Seperti orang berebut shaff satu.

Bukan untuk memperkaya diri. Tapi ikut kecipratan berkah sedekah orang-orang.

Saya suka melihat, banyak orang yang membagikan kurma di Masjidil Haram. Misalnya. Sangat bisa jadi, itu bukan sedekahnya sang pembagi kurma. Tapi sedekah siapaaaa gitu. Orang yang membagikan itu, cuma ketitipan, cuma membantu. Tapi kemudian dapat pahala yang sama. Dapat kebaikan yang sama. Minimal dapat keberkahan dari mata rantai sedekah tersebut.

Jika orang melihat, yang bersedekah, berubah. Yang menyampaikan berubah. Yang ikut membagikan sedekah, berubah. Menjadi lebih baik di segala hal, maka harus senang. Sebab Janji Allah tertunai dalam diri-diri mereka. Bukankah ini akan mempermudah dakwah kawan-kawan sendiri? Jangan malah iri. Kecuali iri yang baik. Yakni kepengen juga jadi yang menyampaikan soal sedekah. Ingin jadi kurirnya, minimal. Atau kepengen ikut bersedekah.

Dan terhadap mereka-mereka yang dapat banyak keberkahan dari Allah, sebab ada di mata rantai perbuatan sedekah, jadi apapun ia, maka kita-kita tulungin mereka itu. Dengan doa kita. Supaya selamat dan tidak lupa diri setelah diangkatnya oleh Allah.



SHARE
41
1.6k
0
0
Tags: berkahkurirpenyampaipesantrensantrisedekahshaffshalatYusuf Mansur

ARTIKEL SEBELUMNYA
Alhamdulillah, Izin Hotel Siti Udah Turun
BACA JUGA ...


0
Berlindung

15 DEC, 2014

5
Merinding Disko

4 JAN, 2013

13
Bisnis, berbasis sabar, tekun, rajin

5 JAN, 2013
Please comment with your real name using good manners.
LEAVE A REPLY

Name *

Email *

Website

Kode *

8 + = 15
Comment


 Notify me of follow-up comments by email.
 Notify me of new posts by email.
FOLLOW:
IKUTI UPDATE TERBARU DARI USTADZ YUSUF MANSUR

Daftarkan email sahabat semua untuk mendapatkan update terbaru situs ini. Dapatkan juga kiriman taushiah dari Ustadz Yusuf Mansur secara berkala serta berbagai informasi menarik lainnya.
Email Address:

NASIHAT SAHABAT


Anwar Sani (13)

KH. Fahmi Salim (1)

Jameel (10)

Syekh Fikri (5)

Tarmizi Ashidiq (10)

Bendri Jaisyurrahman (1)

Jamaludin Abdullah (5)
REMINDER

ARTIKEL

Kurir dan Penyampai
6 MAY, 2015
Alhamdulillah, Izin Hotel Siti Udah Turun
6 MAY, 2015
Lelaki yang Baik untuk Wanita yang Baik
5 MAY, 2015
Dapat Menu Makanan Sekaligus Tausiyyah
5 MAY, 2015
Allah, Ar Rahmaan Ar Rahiim
4 MAY, 2015
YM YOUTUBE CHANNEL


https://youtube.com/devicesupport
https://youtube.com/devicesupport http://m.youtube.com
Risalah Hati RTV 58
YM SOUNDCLOUD



@YUSUF_MANSUR


Akhlak

Bisnis

Dunia Islam

Event

Ibadah

Pesantren

Qur’an

Sedekah

Tauhid

Yusuf Mansur © 2015. All Rights Reserved.

Senin, 04 Mei 2015

Pesan ustadz Yusuf Mansyur: "Baca الله ربي لا اشرك به شيئا

Awlloohu Robbii laa usyriku bihii syai-aa

Allah Tuhanku. Tak aku mempersekutukan-Nya.

Baca yang banyak. Untuk semua masalah.

Itu hadits Rasul. Pesan untuk Asma. Buat disampaikan kepada semua ummat. Dibaca, dipahami, diamalkan. Tidak ada yang bisa nolong kecuali Allah, dan seterusnya.

Tidak ada yang meringankan masalah kecuali Allah. Tidak ada yang bisa membebaskan dari kesulitan kecuali Allah.

Tidak ada yang bisa mengeluarkan dari kesulitan, kegelapan, kecuali Allah. Tidak ada yang bisa ngangkat derajat, kehormatan, kemuliaan, kecuali Allah.

Tidak ada yang bisa ngilangin kepusingan. Terhadap apa aja. Soal keuangan, suami atau istri, anak, tetangga, kerjaan, sampai dengan urusan negara dan dunia… Kecuali Allah.

Tidak ada yang bisa bayarin utang, atau bikin utang di luar ketagih atau keganti, kecuali Allah. Tidak ada yang bisa bikin ada duit, kecuali AllahKata ustadz Mansyur: "Tidak ada yang bisa yang nyariin jodoh, sampe nikah, sampe punya anak cucu nanti, dan menjamin rizki, kecuali Allah.

Tidak ada yang kita cari pertolongannya, bantuannya, kecuali Allah saja yang kita cari Pertolongan dan Bantuan-Nya.

Tidak ada yang kita arepin, kecuali Allah. Ga bakalan ngandelin ikhtiar, ga bakalan ngandelin orang, ga bakalan ngandelin otak. Allah aja.

Ga ada yang bisa menentukan masa depan kita, tar siang atau tar sore. Atau tar malam. Atau besok pagi. Minggu depan. Kapan aja. Kecuali Allah.

Ga ada yang bisa ngancem-ngancem, lalu anceman itu terjadi. Kecuali Allah aja yang ngizinin anceman itu keluar, didengar, dan terjadi.

Ga ada yang tau kapan seseorang celaka, kena musibah, mati, kecuali Allah.

Dan juga terhadap hal-hal positif. Ga ada yang dapat ini dapat itu, punya ini punya itu, bisa ini bisa itu. Kecuali semuanya karena, dari dan izin Allah saja."

Lakukan dzikir pagi-petang: istighfar 100x, shalawat 100x, tasbih 100x,tahlil 100x, hawqallah 100x.

Minggu, 03 Mei 2015

Nafsul mutmainnah

Imam Ghazali berkata, bahwa hati yang taqwa, bersih dan suci dari kekejian akhlak, terhunjam ke dalamnya gurisan dari perbendaharaan ghaib dan tempat-tempat alam malakut. Malaikat pada hati yang seperti itu, lalu malaikat suka singgah dan menetap di hati itu. Dibantunya hati itu dengan tentara yang tidak kelihatan. Dan ditunjukinya dengan kebajikan-kebajikan yang lain. Sehingga kebajikan menarik kepada kebajikan yang lain. Begitulah terus-menerus! Dan tiada berkesudahan pertolongannya, dengan penggemaran kepada kebajikan. Dan memudahkan urusan kepadanya. Firman Allah: "Siapa yang memberi dan memelihara dirinya dari kejahatan dan membenarkan yang baik, Kami akan memudahkan kepadanya kepada nya menempuh yang mudah". ( Al-Qur'an Al-Lail 5-7). Hati yang seperti ini terhindar dari syirik khafi, terhindar dari godaan setan, tumbuh sifat syukur, sabar, takut, harap, fakir, zuhud, kasih-sayang, ridla, rindu, tawakal, tafakur, koreksi diri sendiri dan sebagainya. Hatinya me,jadi tenang

Jumat, 01 Mei 2015

JARINGAN INDOSAT BARU

JARINGAN BARU INDOSAT SUPER 4G-LTE

Indosat kini menghadirkan Jaringan Baru Super 4G-LTE di Jakarta, Bandung, Yogyakarta  dan Bali.  Jaringan Super 4G-LTE memberikan pengalaman terbaik dalam melakukan akses data dan internet dengan kecepatan download hingga 185 Mbps dan upload hingga 41 Mbps.

Nikmati pengalaman akses video streaming, musik, download tanpa putus dan browsing lebih lancar dengan Jaringan Super 4G-LTE.




Apakah yang dimaksud dengan jaringan 4G-LTE?

4G-LTE adalah jaringan nirkabel tercepat yang merupakan penerus Jaringan 3G dengan kecepatan hingga 185 Mbps untuk download dan hingga 41 Mbps untuk upload.

Keuntungan Jaringan Baru Indosat Super 4G-LTE
Internet dengan kecepatan tinggi hingga 185 Mbps untuk download dan hingga 41 Mbps untuk upload.
Nonton berita & Video streaming tanpa buffering
Multiplayer game lebih lancar
Koneksi multidevice dengan kecepatan tinggi
BAGAIMANA CARA MENDAPATKAN JARINGAN SUPER 4G-LTE
Lokasi jaringan Super 4G-LTE saat ini sudah dapat dinikmati di area Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Bali

 



Segera tukarkan secara GRATIS kartu Indosat lama Anda dengan kartu USIM LTE di :

Jakarta :
Galeri Kantor Pusat PT Indosat, Jl. Medan Merdeka Barat 21 Jakarta
Galeri Indosat Sarinah, Jl. MH Thamrin No. 11 Jakarta Pusat
Bandung : Galeri Asia Afrika gd BBU lt dasar Jl Asia Afrika 141-147
Yogyakarta : Galeri Sudirman, Jl Sudirman No 32 Yogyakarta 55232
Bali : Galeri Jl raya By Pass Ngurahrai 88
Untuk mendapatkan hasil yang maksimum dengan menggunakan jaringan baru Indosat Super 4G-LTE, maka beberapa hal dibawah ini perlu diperhartikan :

Menggunakan perangkat yang mendukung jaringan Super 4G-LTE
Menggunakan kartu USIM Super 4G-LTE
Terjangkau dengan jaringan Indosat Super  4G-LTE
Berlangganan paket Super Internet
Paket Super Internet 4G-LTE Kartu Perdana Super Data 3GB

Catatan
Jaringan Super 4G-LTE saat ini masih terbatas di beberapa lokasi.
Ketersediaan Jaringan Super 4G-LTE sangat bergantung kepada perangkat pendukung, lokasi gedung, jumlah pengguna, Kartu USIM 4G-LTE dll.
PERANGKAT PENDUKUNG JARINGAN 4G-LTE

Info detail perangkat yang telah mendukung jaringan Baru 4G-LTE
BRAND
(up to 42 Mbps)
900/1800
SAMSUNG
Galaxy A Series
Galaxy Tab S T705
Galaxy Tab S T805
SONY
Xperia M2 Aqua
Xperia T3
Xperia T2 Ultra
Xperia Z2 Tablet
Xperia Z3
Xperia Z3 Compact
Xperia C3
Xperia Z1
Xperia Z1 Compact
BlackBerry
BB Passport
Q10 (R085)
Microsoft
Lumia 820
Lumia 1020
Lumia 1520
Lumia 930
HTC
LG
G3
G Pad
Nexus 5
Huawei