Senin, 30 Januari 2017

MERAWAT HARTA

Perhatikan Al Qur'an surat Al Isra' ayat 26. dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. dan 27. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.
Ini hanya untuk mengingatkan saja, karena kita berkewajiban saling mengingatkan terhadap sesama saudara muslim. Ada hadits yang menyebutkan "Jangan pernah bosan menasihati dalam kebenaran." dan "Siapa yang menunjukkan (kepada) kebaikan, maka baginya pahala seperti orang yang melakukannya." (HR Muslim).
Mencari harta itu sulit, tetapi lebih sulit merawatnya. Banyak harta benda cepat rusak, karena kurang perawatan.Maka usahakan selalu merawat harta milik. Ajari anak-anak merawat harta miliknya dan harta keluarganya. Ajari anak-anak ikut bertanggung jawab kepada tugas keluarga. Termasuk pembantu juga ajari merawat harta tuannya dan tidak boros.
Pembantu anakku sering membuang makanan, barang dan mainan anak yang berserakan dan boros menggunakan sabun dan bahan masakan. Lamputetap dihidupkan walaupun sudah terang benderang.
Siapa yang rugi? Tuannya jelas rugi. Pembantu juga rugi, karena dialah pelaku pemborosan. Ia telah melanggar larangan Allah seperti yang tertulis di surat Al Isra' ayat 26. Itu dossa dan ada hukumannya. Ia mungkin disempitkan rezekinya oleh Allah.
Sebagai perbandingan terdapat pada sunah mengenai makan nasi. Tidk boleh ada nasi yang tertinggal di piring. Kuah juga harus dihabiskan. Siapa tahu berkah makanan itu terdapat pada makanan yang tertinggal di piring. Artinya kita kita tidak boleh menyiakan makanan dan membuang makanan.
Merawat harta tidak hanya menjaga kebersihan dan merapikannya. Tetapi juga mengeluarkan zakatnya. Harta yang tidak dikeluarkan zakat tidak berkah, cepat rusak atau kena musibah.
Semoga tulisan ini ada manfaatnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar