Rabu, 04 Juli 2018
BAROKAH
Al Kisah pada suatu hari Syeikh al-Imam Syaqiq al-Balkhi membeli buah semangka untuk istrinya. Saat disantapnya ternyata buah semangka tersebut terasa hambar. Dan sang isteri pun marah!
Syeikh al-Imam Syaqiq menanggapi dengan tenang amarah istrinya itu, setelah selesai didengarkan amarahnya, beliau bertanya dengan halus: _"Kepada siapakah kau marah wahai istriku?_
_Kepada pedagang buahnya kah? atau kepada pembelinya? atau kepada petani yang menanamnya? ataukah kepada yang menciptakan buah semangka itu?"_ tanya Syeikh al-Imam Syaqiq.
Istri beliau terdiam.
Sembari tersenyum Syeikh Syaqiq melanjutkan perkataannya:
_"Seorang pedagang tidak menjual sesuatu kecuali yang terbaik. Seorang pembeli pun pasti membeli sesuatu yang terbaik pula"._
_Begitu pula seorang petani, tentu saja ia akan merawat tanamannya agar bisa menghasilkan yang terbaik._
_*Maka sasaran kemarahanmu berikutnya yang tersisa, tidak lain hanya kepada yang menciptakan semangka itu..!"*_
Pertanyaan Syeikh al-Imam Syaqiq menembus ke dalam hati sanubari istrinya. Terlihat butiran air mata menetes perlahan di kedua pelupuk matanya.
Syeikh al-Imam Syaqiq al-Balkhi pun melanjutkan ucapannya:
_"Bertaqwalah wahai istriku...terimalah apa yang sudah menjadi ketetapanNya agar Allah Swt memberikan keberkahan pada kita”_
Mendengar nasehat suaminya itu sang istri pun tersadar, menunduk dan menangis mengakui kesalahannya dan ridho dengan apa yang telah Allah Subhanallahu Wa Ta'ala tetapkan.
Pelajaran terpenting buat kita adalah bahwa:
_*Setiap keluhan yang terucap sama saja kita tidak ridho dengan ketetapan Allah Swt, sehingga barokah Allah jauh dari kita.*_
Karena barokah bukanlah serba cukup dan mencukupi saja, akan tetapi _*barokah ialah bertambahnya ketaatan kita kepada Allah Swt dengan segala keadaan yang ada, baik yang kita sukai atau sebaliknya.*_
Barokah itu:
*"... Bertambahnya ketaatanmu kepada Allah Swt.*
*Makanan Barokah* itu bukan yang komposisi gizinya lengkap, tapi makanan yang mampu membuat yang memakannya menjadi lebih taat setelah memakannya.
*Hidup yang Barokah* bukan hanya sehat, tapi kadang sakit itu justru barokah sebagaimana Nabi Ayyub, sakitnya menjadikannya bertambah taat kepada Allah Swt.
*Barokah itu tak selalu panjang umur,* ada yang umurnya pendek tapi dahsyat taatnya layaknya Musab bin Umair.
*Tanah yang barokah* itu bukan karena subur dan panoramanya indah, karena tanah yang tandus seperti Makkah punya keutamaan di hadapan Allah, tiada banding.. tiada tara.
*Ilmu yang barokah* itu bukan yang banyak riwayat dan catatan kakinya, akan tetapi yang barokah ialah ilmu yang mampu menjadikan seseorang meneteskan keringat dan darahnya dalam beramal & berjuang untuk agama Allah.
*Penghasilan barokah* juga bukan gaji yang besar dan berlimpah, tetapi sejauh mana ia bisa jadi jalan rejeki bagi yang lainnya dan semakin banyak orang yang terbantu dengan penghasilan tersebut.
*Anak² yang barokah* bukanlah saat kecil mereka lucu dan imut atau setelah dewasa mereka sukses bergelar & mempunyai pekerjaan atau jabatan yang hebat, tetapi anak yang barokah ialah yang senantiasa taat kepada RobbNya dan kelak mereka menjadi lebih shalih dari kita & tak henti²nya mendo'akan kedua orangtuanya.
Semoga kita semua selalu dianugerahi kekuatan untuk senantiasa bersyukur padaNya agar kita mendapatkan keberkahanNya.
Wallahu A'lam bisshowab.
*Barakalloh*
Aamiin Yaa Rabb...
Salam... 🙏
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar