Rabu, 04 Juli 2018

Malu n kemuliiaan

๐ŸŒน

✍Memiliki rasa malu adalah salah satu cirinya akhlak seorang mukmin.
Sifat malu sangat penting karena malu merupakan bagian dari iman. Rasulullah ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… bersabda,

ุงْู„ุฅِูŠْู…َุงู†ُ ุจِุถْุนٌ ูˆَุณَุจْุนُูˆْู†َ ุฃَูˆْ ุจِุถْุนٌ ูˆَุณِุชُّูˆْู†َ ุดُุนْุจَุฉً، ูَุฃَูْุถَู„ُู‡َุง ู‚َูˆْู„ُ ู„ุงَ ุฅِู„ู‡َ ุฅِู„ุงَّ ุงู„ู„ู‡ُ، ูˆَุฃَุฏْู†َุงู‡َุง ุฅِู…َุงุทَุฉُ ุงْู„ุฃَุฐَู‰ ุนَู†ِ ุงู„ุทَّุฑِูŠْู‚ِ، ูˆَุงู„ْุญَูŠَุงุกُ ุดُุนْุจَุฉٌ ู…ِู†َ َุงْู„ุฅِูŠْู…َุงู†ُ
“Iman itu bercabang tujuh puluh lebih atau enam puluh lebih, yang paling utama adalah kalimat la illaha illallah dan yang paling rendah adalah menyingkirkan rintangan dari jalan, dan malu termasuk cabang dari iman.” (Muslim, 35),)

Rasulullah ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… bersabda,

ุงَู„ْู€ุญَูŠَุงุกُ ู„ุงَ ูŠَุฃْุชِูŠْ ุฅِู„ุงَّ ุจِุฎَูŠْู€ุฑٍ.
“Malu itu tidak mendatangkan sesuatu melainkan kebaikan semata-mata.” (HR. Al-Bukhรขri, 6117 dan Muslim 37)

Nabi bersabda,

ุงَู„ْู€ุญَูŠَุงุกُ ุฎَูŠْุฑٌ ูƒُู„ُّู‡ُ.
“Malu itu kebaikan seluruhnya.” (HR Muslim)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ berkata,

ูˆุงู„ุญูŠุงุก ู…ุดุชู‚ ู…ู† ุงู„ุญูŠุงุฉ ، ูุฅู† ุงู„ู‚ู„ุจ ุงู„ุญู‰ ูŠูƒูˆู† ุตุงุญุจู‡ ุญูŠุง ููŠู‡ ุญูŠุงุก ูŠู…ู†ุนู‡ ุนู† ุงู„ู‚ุจุงุฆุญ، ูุฅู† ุญูŠุงุฉ ุงู„ู‚ู„ุจ ู‡ูŠ ุงู„ู…ุงู†ุนุฉ ู…ู† ุงู„ู‚ุจุงุฆุญ ุงู„ุชูŠ ุชูุณุฏ ุงู„ู‚ู„ุจ
“Kata al-Haya’ [rasa malu] berasal dari kata al-Hayat [kehidupan],
sebab hati yang hidup akan membuat pemiliknya merasakan kehidupan yang sejati. Di dalam dirinya terdapat rasa malu yang akan menghalanginya dari berbagai keburukan. Karena sesungguhnya kehidupan hati itu adalah sesuatu yang bisa mencegah dirinya dari melakukan berbagai hal yang jelek dan merusak hati.” (Mawa’izh Syaikhil Islam Ibni Taimiyah, hal. 30)
Wallahul muwaffiq

๐ŸƒAbu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

     ✏๐Ÿ“š✒.๐Ÿ’ง..๐Ÿ’ซ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar