Rabu, 11 Desember 2019

Cinta orang dusun

Pada zaman Rasulallah, pada suatu hari, seorang Arab dari dusun datang ke masjid Nabi, beberapa saat sebelun sholat didirikan.
Ia menyeruak, memotong barisan, mendekati Nabi SAW. Beliau sedang bersiap-siap untuk menjadi Imam sholat. Dengan berani ia bertanya, "Ya Rasulallah, kapan kiamat terjadi?".
Anas bin Malik yang melaporkan peristiwa itu kepada kita, berkata, "Kami sangat takjub, ada orang dari dusun berani bertanya kepada Nabi SAW".
Rasulallah langsung sholat tanpa menjawab pertanyaan itu.
Usai sholat, beliau menghadap kepada jamaah, "Mana orang yang bertanya tentang hari kiamat tadi?". Orang Arab dusun itu berkata, " Saya, Ya Rasulallah".
"Apa yang sudah kamu siapkan untuk hari kiamat?".
Mendengar pertanyaan Nabi SAW itu, seluruh keberaniannya hilang. Ia menundukkan kepala dalam -dalam. Ia bergumam, wallahi, ma'a a'dadtu lahaa min katsiri 'amaali, sholaatin walaa showmin, illaa inni uhibbullaaha wa rosuulih
 ( Demi Allah, aku tidak mempersiapkan amal yang banyak, tidak sholat yang banyak, dan tidak puasa yang banyak. Tetapi aku mencintai Allah dan Rasulnya).
Nabi SAW  langsung bersabda:
أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْت
anta ma'a man akhbabta "(Kalau begitu) engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai.”
 (HR. Bukhari no. 6171 dan Muslim no. 2639)
Seperti tanaman yang baru tersiram air, orang Arab dusun itu bangkit dengan suka cita.
Para sahabat lain merasa bahwa mereka pun seperti dia. Mereka tidak punya bekal yang cukup untuk hari kiamat selain kecintaan kepada junjungan mereka  Rasulallah SAW. Mereka bertanya: apakah ucapan engkau itu hanya berlaku untuk dia? "Tidak", kata Nabi. "Berlaku buat kalian dan buat umat setelah kalian".
Lalu, kata Anas, "Belum pernah aku melihat sahabat Nabi SAW teramat gembira seperti waktu itu".( HR Bukhari)
Simpulan
Jika kita ingin bersama  Rasul di surga kelak, cintailah Baginda.
Cinta ditandai dengan ketulusan, jejujuran, dan kesetiaan. Anda tidak akan mengkhianati orang yang Anda cintai. Jika Anda mencintai Nabi, Anda tetap akan setia kepadanya. Anda tidak akan mencampurkan kecintaan Anda dengan motif-motif duniawi. Anda akan memberikan seluruh komitmen Anda. Meneladani Nabi Muhammad SAW.
             *
( AM, Yogya, 6-12-2019)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar