Senin, 20 April 2015

Hak ibu bapa

HAK KEDUA IBUBAPA.
Kiriman: Walisongo
Dari Ibnu Abbas ra berkata: Tiada seorg Mukmin yg mempunyai kedua Ibubapa, lalu pd awal paginya dia taat dan baik pd keduanya, melainkan akan Allah swt bukakan utknya 2 pintu Syurga. Dan tidak mungkin Allah swt redha pdnya jika salah satu Ayah atau Ibunya murka kpdnya, sehingga mendpt redha dari kedua Ibubapanya. Ditanya org: Meskipun org tuanya itu zalim? Jawabnya: Meskipun dia zalim.

Dari Abdullah bin Umar ra berkata: Seorg dtg kpd Nabi saw dan berkata: Saya ingin pergi berjihad fisabilillah. Nabi saw bertanya: Apakah kedua Ibubapamu masih hidup? Jawabnya: Ya, kedua-duanya. Sabda Nabi saw: Di dlm melayani kedua-duanya harus berjihad.

Nota* Hadis ini menunjukkan bahwa bakti taat kpd kedua Ibubapa itu lebih besar drpd jihad fisabilillah, sbb menyuruh org itu berbakti kpd Ibubapa dari pergi berjihad. Kerana itu maka seseorg tidak boleh keluar utk berjihad jika tidak diizinkan oleh kedua org tuanya selama mana panggilan jihad itu tidak umum. Maka tetap taat kpd Ibubapa itu lebih afdal dari pergi berjihad fisabilillah.

Dari Bahz bin Hakim dari Ayahnya dari Neneknya berkata: Saya bertanya kpd Nabi saw: Ya Rasulullah, siapakah yg harus saya taati? Jawab Nabi saw: Ibumu. Kemudian siapakah? JawabNya: Ibumu. Kemudian siapakah? Jawabnya: Ibumu. Kemudian siapakah? Jawabnya: Ayahmu, kemudian yg terdekat dari kaum kerabat yg dekat.

Dari Zaid bin Ali dari Ayahnya dari Neneknya berkata: Rasulullah saw bersabda: Andaikan ada kalimat yg lebih ringan dari kata Uff (Cih) utk dijadikan dasar serendah-rendahnya derhaka kpd Ibubapa, niscaya akan dilarang oleh Allah utk mengatakannya.

Ketika Nabi saw ditanya: Apakah amal yg utama? Jawab Nabi saw: Solat pada waktunya, kemudian taat kpd kedua Ibubapa, kemudian jihad fisabilillah.

Seorg dtg kpd Nabi saw dan berkata: Ya Rasulullah, Ibuku kini sakit ditempatku, maka sayalah yg memberinya makan dan minum dgn tanganku juga menolong dia wuduk dan mengangkatnya di atas bahuku, apakah yg demikian itu bererti saya telah membalas jasanya? Jawab Nabi saw: Belum, belum sedikit pun drpd jasa2nya. Ttpi engkau telah berbuat baik, dan Allah akan memberi pahala yg besar dan banyak kpdmu terhadap amalmu yg sedikit.

Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya sebesar-besar dosa adalah memaki Ayah dan Ibunya. Maka ditanya: Bagaimanakah seorg itu memaki Ayah dan Ibunya? Jawab Nabi saw: Iaitu memaki Ayah org lain lalu dibalas dimaki Ayahnya atau memaki Ibu org lain lalu dibalas dimaki Ibunya.

Dari Ab'ban dari Anas ra berkata: Ada seorg pemuda bernama Alqamah di masa Rasulullah saw. Pemuda ini rajin beribadat dan banyak sedekah. Tiba2 dia sakit dan sangat berat sakitnya. Maka isterinya menyuruh org memanggil Rasulullah saw, menyatakan bahwa suaminya sakit keras dan dlm keadaan nazak sakaratulmaut dan ingin menerangkan keadaannya kpd Nabi saw. Lalu Rasulullah saw menyuruh Bilal, Ali, Salman dan Ammar ra supaya pergi ke tempat Alqamah dan memperhatikan bagaimana keadaannya. Dan ketika telah sampai ke tempat Alqamah, mereka terus masuk kpd Alqamah dan memimpinnya supaya membaca: Laa illaha illallah, ttpi lidah Alqamah bagaikan terkunci dan tidak dpt mengucapkan kalimah itu. Ketika para Sahabat ra itu merasa bahwa Alqamah pasti akan mati, lalu mereka menyuruh Bilal ra supaya pergi memberitahu hal itu kpd Nabi saw. Rasulullah saw terus bertanya: Apakah dia masih mempunyai Ayah dan Ibu? Lalu dijawab Sahabat: Ayahnya telah meninggal, sedang Ibunya masih hidup ttpi sudah terlalu tua. Rasulullah saw bersabda kpd Bilal ra: Ya Bilal, pergilah kpd Ibu Alqamah dan sampaikan kpdnya SalamKu, dan katakan kpdnya, jika dia dpt berjalan pergi berjumpa kpd Rasulullah saw, dan kalau tidak dpt, maka Rasulullah saw akan datang ke sana. Jawab Ibu Alqamah: Sayalah yg lebih layak utk pergi berjumpa kpd Rasulullah saw. Lalu dia mengambil tongkatnya dan berjalan hingga masuk ke rumah Nabi saw dan sesudah memberi Salam, lalu dia duduk di depan Nabi saw. Maka Nabi saw bertanya: Beritakan yg benar kpdKu, jika kau dusta niscaya akan turun wahyu memberitahu kpdKu. Bagaimanakah keadaan Alqamah? Jawab Ibunya: Alqamah seorg yg rajin beribadat, solat, puasa dan bersedekah sangat banyak sehingga tidak diketahui berapa banyaknya. Nabi saw bertanya: Lalu bagaimana hubunganmu dgn dia? Jawab Ibunya: Saya murka kpdnya. Ditanya Nabi saw: Mengapa? Jawab Ibunya: Kerana dia mengutamakan isterinya lebih drpdku dan menurut kpd isterinya dan menentangku. Maka Rasulullah saw bersabda: Murka Ibunya itulah yg mengunci lidahnya utk mengucap Laa illahaa illallah. Kemudian Nabi saw menyuruh Bilal ra supaya mengumpulkan kayu api sebanyak-banyaknya utk membakar Alqamah. Lalu Ibu Alqamah bertanya: Ya Rasulullah, puteraku, buah hatiku akan kau bakar dgn api di depanku, bagaimana hatiku akan dpt menerimanya. Nabi saw bersabda: Hai Ibu Alqamah, siksa Allah lebih berat dan kekal, kerana itu jika kau ingin Allah mengampunkan dosa anakmu, maka relakanlah dia (harus redha kpdnya). Demi Allah, yg jiwaKu ada ditanganNya, tidak akan berguna solat dan sedekahnya selama mana engkau murka kpdnya. Lalu Ibu Alqamah mengangkat kedua tangannya dan berkata: Ya Rasulullah, saya mempersaksikan kpd Allah di langit dan Kau ya Rasulullah dan kpd sesiapa yg hadir di sini bahwa saya telah redha kpd Alqamah. Maka terus Rasulullah saw menyuruh Bilal ra pergi melihat keadaan Alqamah, apakah sudah boleh mengucap Laa illahaa illallah atau tidak, khuatir kalau2 Ibu Alqamah mengucapkan itu hanya kerana malu pada Rasulullah saw dan bukan dari hatinya. Maka ketika Bilal ra sampai di pintu rumah Alqamah tiba2 terdengar suara Alqamah mengucap Laa illahaa illallah, lalu Bilal ra masuk dan berkata: Hai orgramai, sesungguhnya murka Ibu Alqamah itu yg mengunci lidahnya utk mengucapkan syahadah, dan redhanya kini yg telah melepaskan lidahnya. Maka matilah Alqamah pd hari itu, maka dtglah Nabi saw dan menyuruh supaya segera dimandikan dan dikafankan, lalu disolatkan oleh Nabi saw. Dan sesudah dikuburkan, Nabi saw berdiri di atas tepi kubur itu lalu berkata: Hai Sahabat2 Muhajirin dan Ansar, sesiapa yg mengutamakan isterinya lebih drpd Ibunya, maka terkena dia kutukan laknat dari Allah dan tidak diterima drpdnya ibadat fardhu dan sunatnya.

Ibnu Abbas ra ketika mentafsirkan Ayat: Dan Tuhanmu telah perintahkan supaya engkau tidak menyembah melainkan kpdNya, dan hendaklah engkau berbuat baik kpd ibubapa. Jika salah seorg dari mereka atau kedua-duanya sekali sampai kpd umur tua dlm jagaanmu, maka jgnlah engkau berkata kpd mereka (sebarang perkataan kasar) sekalipun perkataan 'Hah' dan jgnlah engkau menengking menyergah mereka, ttpi katakanlah kpd mereka perkataan yg mulia(23). Dan hendaklah engkau merendah diri kpd keduanya kerana belas kasihan dan kasih sayangmu dan doakanlah (utk mereka) "Wahai Tuhanku! Cucurilah rahmat kpd mereka berdua sebagaimana mereka telah mencurahkan kasih sayangnya memelihara dan mendidikku semasa kecil(24). (Surah Al-Isra: Ayat 23-24) bermaksud mengenai kewajipan anak terhadap orgtuanya ketika mereka masih hidup hinggalah meninggal dunia, dgn selalu mendoakan kedua mereka bila sudah meninggal dunia.

Nota* Hak yg harus dilaksanakan oleh anak terhadap Ibubapanya ada 10: 1) Jika org tua berhajat utk makanan harus diberi makan. 2) Jika berhajat kpd pakaian harus diberi pakaian. 3) Jika berhajat bantuan harus dibantu. 4) Menyambut panggilannya. 5) Mentaati semua perintahnya asalkan bukan berbuat maksiat dan kekerasan ke atas org lain. 6) Jika berbicara kpd keduanya harus lunak, lemah lembut dan bersopan. 7) Tidak boleh memanggil nama kecilnya (jambal). 8) Jika berjln bersama harus dibelakangnya. 9) Menyukakan org tuanya sebagaimana dia suka sesuatu yg disukai oleh dirinya sendiri. 10) Mendoakan keduanya supaya mereka mendpt pengampunan dan rahmat Allah swt.

Seorg Sahabat berkata: Tidak suka mendoakan kedua Ibubapa mungkin menyebabkan kesulitan kpd penghidupan anak. Dan cara2 memuaskan Ibubapa yg telah meninggal dunia ialah dgn 3 macam: 1) Dia sendiri menjadi org saleh sbb menyenangkan kedua org tuanya. 2) Menghubungi keluarga dan sahabat2 kedua org tuanya. 3) Mendoakan serta bersedekah utk kedua org tuanya.

Dari al-Alaa' bin Abdirrahman dari Ayahnya dari Abu Hurairah ra berkata: Nabi saw bersabda: Jika telah mati anak Adam, putus (terhenti) semua amal perbuatannya kecuali 3 perkara: 1) Sedekah jariah (wakaf2nya) yg digunakan terus-menerus. 2) Ilmu yg berguna (yg diajarkan dan dilakukan oleh murid2nya). 3) Anak yg saleh yg selalu mendoakan pengampunan utknya.

Nabi saw bersabda: Jangan memutuskan hubungan pd org yg dahulu kawan baik kpd org tuamu, niscaya akan padam nur cahayamu. Seorg dari suku Bani Salimah dtg kpd Nabi saw dan bertanya: Kedua org tuaku sudah mati, apakah ada jln utk berbakti pd keduanya sesudah mereka mati? Jawab Nabi saw: Ya, membaca istighfar utk mereka, melaksanakan wasiat yg ditinggalkan keduanya, menghormati sahabat2 mereka dan menghubungi keluarga dari keduanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar