Sabtu, 11 April 2015

untuk renungan dari ustad Sarofdin


Yg ini untuk renungan:
ANDAI HARI INI KITA DIMAKAMKAN Hari ini kita mati, Perlahan... Tubuh kita ditutup tanah. Perlahan... Semua pergi meninggalkan kita... Masih terdengar jelas langkah² terakhir mereka, Kita sendirian, Di tempat gelap yang tak pernah terbayang, Sendiri, Menunggu pertanyaan Malaikat... Belahan hati, Belahan jiwa pun pergi. Apa lagi sekedar kawan dekat atau orang lain. Kita bukan siapa2 lagi bagi mereka... Sanak keluarga menangis, Sangat pedih, Kita pun demikian, Tak kalah sedih... Tetapi kita tetap sendiri, Di sini, menunggu perhitungan. Menyesal sudah tak mungkin. Taubat tak lagi dianggap, Dan maaf pun tak bakal didengar, Kita benar2 harus sendiri... Ya Allah... Jika Engkau beri kami 1 lagi kesempatan, Jika Engkau pinjamkan lagi beberapa hari milik-MU, Untuk kami  perbaiki diri kami, Kami  ingin memohon maaf pada mereka... Yang selama ini telah merasakan zholimku, Yang selama ini sengsara karena perbuatan kita, Tersakiti karena kita... Kita akan kembalikan jika ada harta kotor ini yang telah kukumpulkan, Yang bahkan kita makan, Ya Allah beri lagi kami beberapa hari milik-Mu, Untuk berbakti kepada Ayah & Ibu tercinta... Teringat kata-kata kasar & keras yang menyakitkan hati mereka, Maafkan aku Ayah & Ibu, mengapa tak kusadari betapa besar kasih sayangmu, Beri juga ya Allah kami  waktu utk berkumpul dgn keluarga kami, Menyenangkan saudara-saudara kami.. Utk sungguh2 beramal soleh. Kami  sungguh ingin bersujud dihadapan-Mu lebih lama lagi.. Begitu menyesal diri ini. Kesenangan yang pernah kami raih dulu, Tak ada artinya sama sekali... Mengapa kusia-siakan waktu hidup yang hanya sekali itu...? Andai kami bisa putar ulang wkt itu... Kami dimakamkan hari ini, Dan ketika smua mnjdi tak termaafkan, Dan ketika semua mnjdi trlmbt, Dan ketika kita harus sendri... Utk wkt yg tak terbayangkan sampai yaumul hisab & di kumpalkan di Padang Masyhar...   Aamiin YRA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar