Jika ada peluang untuk shalat berjamaah ada di shaff satu, harus berebut. Kalau perlu, diundi. Atau sekalian dinamain duluan itu satu tempat: Reserved, hehehe.
Terhadap yang kemudian ada terus-terusan di posisi shaff satu, janganlah kita ngiri. Kecuali, ambil posisinya. Duluin. Kalo perlu sekalian ambil di posisi depan Imam sekalian, hahaha. InsyaaAllah dah. InsyaaAllah Imamnya yang bingung, wakakakakakak. “Ini siapa nih yang berani-beraninya di depan imam?” Hehehehe.
Bila kemudian orang itu berubah keadaan sosialnya, keadaan dunianya, keadaan dirinya, keadaan kemuliaan, kehormatan, dan rizkinya, bisa jadi itu sebab dia jaga shaff satu nya itu. Doain aja beliaunya. Jangan ngiri. Dan tiru keberkahannya. Juga doakan. Sebab itu adalah ujian dari Allah untuk dia. Bisa jadi, kelak ia akan meninggalkan shaff satu nya itu. Meninggalkan masjid. Meninggalkan berjamaah. Sebab lalai setelah diangkat Allah.
Bila ada orang yang belum tau sedekah, kasih tau tentang sedekah.
Bila ia bisa bersedekah, sebab dikasih tau kawan-kawan, maka sedekah mereka yang dikasih tau itu, menjadi pahala juga dari yang memberi tau.
Dan bila diminta atau ada kesempatan, ikut menyalurkan sedekahnya mereka-mereka, ambil peluang itu. Dobel-dobel pahalanya. Pahala ngasih tau juga, dan dapet pahala nolongin nyalurin.
Jika harus berebut jadi kurir dan penyampai, berebutlah. Seperti orang berebut shaff satu.
Bukan untuk memperkaya diri. Tapi ikut kecipratan berkah sedekah orang-orang.
Saya suka melihat, banyak orang yang membagikan kurma di Masjidil Haram. Misalnya. Sangat bisa jadi, itu bukan sedekahnya sang pembagi kurma. Tapi sedekah siapaaaa gitu. Orang yang membagikan itu, cuma ketitipan, cuma membantu. Tapi kemudian dapat pahala yang sama. Dapat kebaikan yang sama. Minimal dapat keberkahan dari mata rantai sedekah tersebut.
Jika orang melihat, yang bersedekah, berubah. Yang menyampaikan berubah. Yang ikut membagikan sedekah, berubah. Menjadi lebih baik di segala hal, maka harus senang. Sebab Janji Allah tertunai dalam diri-diri mereka. Bukankah ini akan mempermudah dakwah kawan-kawan sendiri? Jangan malah iri. Kecuali iri yang baik. Yakni kepengen juga jadi yang menyampaikan soal sedekah. Ingin jadi kurirnya, minimal. Atau kepengen ikut bersedekah.
Dan terhadap mereka-mereka yang dapat banyak keberkahan dari Allah, sebab ada di mata rantai perbuatan sedekah, jadi apapun ia, maka kita-kita tulungin mereka itu. Dengan doa kita. Supaya selamat dan tidak lupa diri setelah diangkatnya oleh Allah.
FOLLOW:
IKUTI UPDATE TERBARU DARI USTADZ YUSUF MANSUR
Daftarkan email sahabat semua untuk mendapatkan update terbaru situs ini. Dapatkan juga kiriman taushiah dari Ustadz Yusuf Mansur secara berkala serta berbagai informasi menarik lainnya.
Email Address:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar