Kiriman: Budi Arsa dan Ahmad Zaenal
AGAR PAHALA MELEBIHI USIA YANG ADA
Rosullulloh bersabda.
اعمار امتي ما بين الستين الي السبعين واقلهم من يجوز ذالك
"Umur umatku berkisar antara 60 hingga 70 tahun, dan sangat sedikit diantara mereka yang mencapai usia itu " HR. At-Tirmidzi.
Betul apa yg disampaikan Rosulllullah, ini adalah salah satu rahmat Alloh yg terlepas dari umat beliau, namun jangan bersedih sebab Alloh menggantikan dg rahmat lain yaitu dg amalan ibadah yg pahalanya dilipat gandakan, sehingga umat beliau akan menjadi penghuni separoh dari surga.
Diantaranya adalah :
1.Menjaga sholat berjamaah.
Banyak org yg semangat utk pindah tugas kedaerah lain krn janji gajinya akan ditambah, tapi tdk byk org yg semangat utk pindah tempat sholat ( dari rumah ke masjid) dg janji pahala yg lbh banyak.
Nabi bersabda.
" Sholat bersama imam lebih utama dari sholat sendirian sebanyak 25 kali " HR. Bukhori.
Artinya jika ada dua org meninggal pd usia yg sama yg satu selalu sholat sendirian dirumah dan dan yg satu selalu sholat berjamaah, maka ia memiliki pahala lbh banyak 25 tahun. Dg ungkapan lain pahala org yg sholat wajib sendirian dirumahnya selama 25 th cukup dikerjakan selama 1 th dg berjamaah.
Mari para lelaki/suami sholat wajib berjamaah di masjid.
Bagi para wanita/istri supaya mendorong suaminya utk sholat berjamah di masjid sbb anda akan mendptkan pahala yg sama dg pahala suami.
Kudus, 6 rajab 1436 H.
Abu Uwais.TAUSIYAH KAPOLRES BOGOR, BIKIN ORANG MALU TIDAK SHALAT BERJAMAAH DI MASJID... INILAH PERLUNYA KITA MEMILIH PEMIMPIN MUSLIM YG KOMIT THD AGAMANYA, AGAR ALLAH MERIDHAI KITA....
Tengah hari, suasana di Masjid Polres Kabupaten Bogor tampak sangat berbeda. Begitu adzan berkumandang, puluhan polisi berseragam berbondong-bondong memenuhi masjid. “Shaf-shaf ternyata penuh,” kata Reza Setiawan, seorang netizen yang baru saja mengurus SIM A di Polres Bogor.
Setelah adzan, ada pengumuman menarik untuk mengajak polisi dan masyarakat menunaikan shalat berjama’ah. "Bagi anggota dan masyarakat beragama Islam, mari kita shalat berjamaah," tutur Reza melalui akun facebook-nya, menirukan pengumuman itu.
Seusai shalat jamaah, lanjut Reza, Kapolres Bogor AKBP Sonny Mulvianto Utomo memberikan tausiyah. Yang menarik, ia membuat ilustrasi dalam tausiyah tersebut.
“Gung, ke sini,” kata Kapolres memanggil seorang Briptu yang bernama Agung.
“Siap, Komandan,” jawabnya sambil mendekat.
“Kamu kenapa ke sini?” tanya Kapolres setelah bawahannya itu merespon perintah.
“(karena) dipanggil Komandan”
“Kenapa kamu enggak bilang, ‘nanti saja. Emang yang gaji saya kamu.’”
“Yang menggaji saya masyarakat, Ndan.”
“Ya sudah. Kembali sana,” pungkas Kapolres mengakhiri ilustrasinya.
“Siap Ndan”, jwb Agung.
Kapolres kemudian melanjutkan tausiyahnya. “Saya ini cuma ditunjuk jadi Kapolres, dan saya pun tidak tahu kepastian hidup dari Agung itu bagaimana, tapi kenapa dia nurut saya panggil?... Intinya begini. Sama manusia yang gak bisa apa-apa saja nurut, maka kita harus lebih nurut sama yang punya hidup, yakni Allah Subhanahu wa Ta’ala". Maka, ketika Allah memanggil kita, "Hayya 'alash Shalah", tidak ada pilihan lain bg kita kecuali memenuhi panggilah Allah itu, pergi ke Masjid tempat dikumandangkannya panggilan tsb utk shalat berjamaah...."
Mendengar tausiyah itu, Reza tersentak. “Deg! Wuih, ada Kapolres ngomong gini yak, mantap ini orang. Ada juga polisi yang baik akhlaknya kayak gini. Saya doakan Bapak menjadi Kapolri nantinya, sehingga solat berjamaah bisa jadi rutinitas seluruh umat Islam anggota polisi di Indonesia,” imbuhnya...
Kebijakan Kapolres Bogor mengajak bawahannya shalat berjamaah tersebut mendapat sambutan luas dari netizen. Hingga berita ini dimuat, status Reza yang menceritakan pengalamannya ini telah di-share lebih dari 1.400 pengguna Facebook. Beragam komentar positif dan doa pun menyertainya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar