Rabu, 06 Mei 2015

KURIR DAN PENYAMPAI oleh YUSUF MANSUR

Home

Artikel

Agen Buku Yusuf Mansur

Kuliah Bisnis

Ebook

HOME » Kurir dan Penyampai

Kurir dan Penyampai
Admin6 May 2015Akhlak / Ibadah / Sedekah00






Jika ada peluang untuk shalat berjamaah ada di shaff satu, harus berebut. Kalau perlu, diundi. Atau sekalian dinamain duluan itu satu tempat: Reserved, hehehe.

Terhadap yang kemudian ada terus-terusan di posisi shaff satu, janganlah kita ngiri. Kecuali, ambil posisinya. Duluin. Kalo perlu sekalian ambil di posisi depan Imam sekalian, hahaha. InsyaaAllah dah. InsyaaAllah Imamnya yang bingung, wakakakakakak. “Ini siapa nih yang berani-beraninya di depan imam?” Hehehehe.

Bila kemudian orang itu berubah keadaan sosialnya, keadaan dunianya, keadaan dirinya, keadaan kemuliaan, kehormatan, dan rizkinya, bisa jadi itu sebab dia jaga shaff satu nya itu. Doain aja beliaunya. Jangan ngiri. Dan tiru keberkahannya. Juga doakan. Sebab itu adalah ujian dari Allah untuk dia. Bisa jadi, kelak ia akan meninggalkan shaff satu nya itu. Meninggalkan masjid. Meninggalkan berjamaah. Sebab lalai setelah diangkat Allah.

Bila ada orang yang belum tau sedekah, kasih tau tentang sedekah.

Bila ia bisa bersedekah, sebab dikasih tau kawan-kawan, maka sedekah mereka yang dikasih tau itu, menjadi pahala juga dari yang memberi tau.

Dan bila diminta atau ada kesempatan, ikut menyalurkan sedekahnya mereka-mereka, ambil peluang itu. Dobel-dobel pahalanya. Pahala ngasih tau juga, dan dapet pahala nolongin nyalurin.

Jika harus berebut jadi kurir dan penyampai, berebutlah. Seperti orang berebut shaff satu.

Bukan untuk memperkaya diri. Tapi ikut kecipratan berkah sedekah orang-orang.

Saya suka melihat, banyak orang yang membagikan kurma di Masjidil Haram. Misalnya. Sangat bisa jadi, itu bukan sedekahnya sang pembagi kurma. Tapi sedekah siapaaaa gitu. Orang yang membagikan itu, cuma ketitipan, cuma membantu. Tapi kemudian dapat pahala yang sama. Dapat kebaikan yang sama. Minimal dapat keberkahan dari mata rantai sedekah tersebut.

Jika orang melihat, yang bersedekah, berubah. Yang menyampaikan berubah. Yang ikut membagikan sedekah, berubah. Menjadi lebih baik di segala hal, maka harus senang. Sebab Janji Allah tertunai dalam diri-diri mereka. Bukankah ini akan mempermudah dakwah kawan-kawan sendiri? Jangan malah iri. Kecuali iri yang baik. Yakni kepengen juga jadi yang menyampaikan soal sedekah. Ingin jadi kurirnya, minimal. Atau kepengen ikut bersedekah.

Dan terhadap mereka-mereka yang dapat banyak keberkahan dari Allah, sebab ada di mata rantai perbuatan sedekah, jadi apapun ia, maka kita-kita tulungin mereka itu. Dengan doa kita. Supaya selamat dan tidak lupa diri setelah diangkatnya oleh Allah.



SHARE
41
1.6k
0
0
Tags: berkahkurirpenyampaipesantrensantrisedekahshaffshalatYusuf Mansur

ARTIKEL SEBELUMNYA
Alhamdulillah, Izin Hotel Siti Udah Turun
BACA JUGA ...


0
Berlindung

15 DEC, 2014

5
Merinding Disko

4 JAN, 2013

13
Bisnis, berbasis sabar, tekun, rajin

5 JAN, 2013
Please comment with your real name using good manners.
LEAVE A REPLY

Name *

Email *

Website

Kode *

8 + = 15
Comment


 Notify me of follow-up comments by email.
 Notify me of new posts by email.
FOLLOW:
IKUTI UPDATE TERBARU DARI USTADZ YUSUF MANSUR

Daftarkan email sahabat semua untuk mendapatkan update terbaru situs ini. Dapatkan juga kiriman taushiah dari Ustadz Yusuf Mansur secara berkala serta berbagai informasi menarik lainnya.
Email Address:

NASIHAT SAHABAT


Anwar Sani (13)

KH. Fahmi Salim (1)

Jameel (10)

Syekh Fikri (5)

Tarmizi Ashidiq (10)

Bendri Jaisyurrahman (1)

Jamaludin Abdullah (5)
REMINDER

ARTIKEL

Kurir dan Penyampai
6 MAY, 2015
Alhamdulillah, Izin Hotel Siti Udah Turun
6 MAY, 2015
Lelaki yang Baik untuk Wanita yang Baik
5 MAY, 2015
Dapat Menu Makanan Sekaligus Tausiyyah
5 MAY, 2015
Allah, Ar Rahmaan Ar Rahiim
4 MAY, 2015
YM YOUTUBE CHANNEL


https://youtube.com/devicesupport
https://youtube.com/devicesupport http://m.youtube.com
Risalah Hati RTV 58
YM SOUNDCLOUD



@YUSUF_MANSUR


Akhlak

Bisnis

Dunia Islam

Event

Ibadah

Pesantren

Qur’an

Sedekah

Tauhid

Yusuf Mansur © 2015. All Rights Reserved.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar