Kiriman: Lukman hakim.
KETIDAKPUASAN AKAN REZEKI TIDAK TERDUGA
Seorang pelayan kerajaan memiliki kehidupan yg bahagia. Ia puas dg segala kesederhanaan yg dimilikinya, shg ia selalu tersenyum dan bernyanyi bahagia. Raja menjadi penasaran mengapa orang sesederhana itu bisa bahagia. Lalu ia mengujinya dg memberikan kpd-nya 99 koin emas dikantongnya scr diam2, saat pelayan tsb pulang kerumah. Alangkah kaget dan senangnya hati pelayan itu mdpt 99 koin emas dikantongnya. Hanya saja masih ada ganjalan, bukankah seharusnya genap 100 koin emas? Dimana koin yg 1 itu?
Pelayan tsb berniat mencarinya disepanjang jalan dan tdk pernah berhenti memikirkan 1 koin itu. Ia pun lupa utk tersenyum dan menyanyi bahagia, bahkan makin hari ia jadi tambah murung krn memikirkan 1 koin emas yg tak kunjung ketemu. Raja bijak mengetahui hal itu hanya menghela nafaa, sambil menyesalkan sikap pelayannya yg tdk bersyukur dg 99 koin yg telah diterimanya dan terus saja mengeluhkan 1 koin yg tdk di-dptk.
Tahukah kita bahwa ALLAH sering menguji sikap hati kita melalui rizki-NYA yg dilimpahkan kpd kita? Sayangnya, kita kerap bersikap spt pelayan kerajaan itu. Tdk mensyukuri rizkiNYA yg begitu besar sdh kita terima(rizki harta..kesehatan, kehadiran anak-pasangan ,rasa bahagia dll..krn kita sering hanya menganggap bhw rizki itu hanya uang saja)tapi ketidaksempurnaan rizki yg sdikit itu justru menjadi fokus rasa tdk puas kita(kurang sdikit uang utk beli barang mahal,kekurangan hal tertentu pasangan/ anak kita dll) Kita lupa bersyukur utk segala sesuatu yg kita terima, krn kita terlalu sibuk mengeluhkan segala sesuatu yg tdk kita miliki.
Kisah klasik sederhana tsb mengajarkan kita bahwa kebahagiaan tdk datang dari banyaknya materi yg kita miliki, tapi dari sikap hati yg mensyukuri berkat2 Ilahi yg kita terima. Hitunglah berkat ALLAH yg kita terima, maka kita sungguh akan terkejut, krn apa yg DIA berikan jauh melebihi hal2 yg kita keluhkan.
ALLAH sdh memberikan 99 rizki kpd kita, maka sungguh aneh, jika kita masih terus saja mengeluh dan memusingkan 1 rizki yg belum kita terima bukan? Krn itu syukurilah hal apa yg telah kita miliki, bukan apa yg belum kita punyai. Itulah kunci hidup yg benar.
Wallahu Ta' ala a' lam bish-shawab ☺🙏
Tidak ada komentar:
Posting Komentar