Kiriman: Budi Arsa.
Share info tentang awal Ramadhan dan 1 Syawal :
RAMADHAN DAN LEBARAN 1436 H
oleh A Syihabudin (Sostek ITB)
Awal Ramadhan 1436 H.
Menurut perhitungan secara astronomi:
- Bulan baru terjadi pada 16 Juni pukul 21:05 WIB.
- Ijtimak matahari dan bulan atau konjungsi terjadi selepas sunset, karenanya keberadaan hilal secara teori tidak mungkin bisa dirukyat (dilihat dengan mata) pada sore harinya.
- Sementara pada 17 Juni petang, ketika matahari tenggelam pukul 17:47 WIB ketinggian hilal di Jakarta sudah mencapai 9.4°, karenanya keberadaan hilal akan sangat mudah dirukyat bahkan dengan mata telanjang (jika langit bersih dan cerah). Sidang itsbat Pemerintah diduga 99.99% akan memutuskan hilal terlihat di berbagai pelosok Indonesia.
Dengan demikian, maka awal puasa akan jatuh pada 18 Juni 2015 baik bagi aliran RUKYAH (NU), maupun aliran HISAB HAQIQI (Muhammadiyah), aliran HISAB DENGAN IMKANUR RUKYAH 2 DERAJAT (Pemerintah), dan aliran HISAB DENGAN IMKANUR RUKYAH 4 DERAJAT (Persis). Artinya awal puasa insya Allah bakal sasarengan. Alhamdulillah tiasa ngawitan netepan taraweh sareng ping 17 Juni 2015.
Bagaimana dengan Lebaran?
- Bulan baru terjadi di pagi hari (jam 8:25 WIB) pada 16 Juli 2015.
- Tinggi bulan ketika matahari tenggelam pada 16 Juli secara astronomi mencapai 2.75° (di Jakarta).
Dengan demikian, maka kalangan Muhammadiyah yang berpegang pada Hisab Haqiqi akan menjatuhkan 1 Syawal pada 17 Juli 2015.
Bagi Pemerintah yang menggunakan Hisab Dengan Imkanur Rukyah 2 Derajat, maka keberadaan Hilal yang telah mencapai 2,75 derajat pada 16 Juli itu secara otomatis menjadi dalil faktual untuk menetapkan Lebaran pada 17 Juli 2015.
Bagi kalangan NU yang berpegang secara kuat pada metode Rukyat (melihat Hilal dengan mata), maka hilal 2,75 derajat sesuai teori para pakar Boscha ITB tidak mungkin bisa dilihat dengan mata. Tapi semangat berlebarang sacara bareng akan memunculkan banyak kesaksian orang yang melihat bulan, sehingga Lebaran bagi warga NU tg 17 Juli
Tidak ada komentar:
Posting Komentar